Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
FTSE Adalah Tolok Ukur Saham Global, Kok Bisa? Ini Penjelasannya!
FTSE. (unsplash.com/Jamie Street)

Intinya sih...

  • FTSE adalah indeks saham di London yang menunjukkan kinerja perusahaan besar di Bursa Efek London.

  • Indeks FTSE mengelompokkan saham berdasarkan kapitalisasi pasar, membantu investor memahami karakter perusahaan sebelum berinvestasi.

  • Seleksi saham dilakukan melalui kriteria ketat, evaluasi berkala, dan perubahan indeks memicu penyesuaian portofolio dana besar.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pergerakan pasar saham global kerap dipengaruhi oleh rilis indeks, perubahan komposisi emiten (pihak yang menerbitkan efek (seperti saham, obligasi, atau sukuk) untuk ditawarkan kepada masyarakat melalui pasar modal), hingga arus dana lintas negara yang masuk dan keluar dalam jumlah besar. Banyak investor pemula bertanya, FTSE adalah apa sebenarnya dan mengapa namanya sering muncul ketika membahas investasi internasional serta dana asing.

Istilah tersebut tidak hanya muncul dalam laporan keuangan atau berita ekonomi, tetapi juga dalam pengumuman resmi yang dapat memicu lonjakan atau tekanan harga saham di berbagai negara. Supaya tidak bingung, mari pahami bersama apa itu FTSE.

1. FTSE berawal dari indeks saham di London

ilustrasi indeks saham (unsplash.com/Anne Nygård)

FTSE (sering disebut footsie) merupakan singkatan dari Financial Times Stock Exchange, yaitu sebuah indeks saham yang dibentuk untuk menunjukkan kinerja perusahaan-perusahaan besar yang tercatat di Bursa Efek London. Indeks saham sendiri dapat dipahami sebagai daftar pilihan saham yang dijadikan acuan untuk melihat apakah pasar sedang naik atau turun.

Pembentukan FTSE bertujuan menyediakan tolok ukur atau patokan agar pelaku pasar dapat membaca kondisi ekonomi Inggris melalui pergerakan harga saham. Ketika harga saham perusahaan besar naik secara umum, indeks ikut naik dan hal itu sering diartikan sebagai sinyal ekonomi sedang membaik.

Sebaliknya, jika banyak harga saham turun, indeks akan melemah dan mencerminkan tekanan di pasar. Peran awal tersebut menjadikan FTSE sebagai salah satu indikator ekonomi penting di Inggris.

Perjalanan FTSE kemudian berkembang ketika pengelolaannya berada di bawah perusahaan global bernama FTSE Russell, yaitu lembaga yang khusus menyusun berbagai indeks saham dunia. Perubahan ini membuat FTSE tidak lagi terbatas pada Inggris, melainkan mencakup banyak negara.

Indeks yang mereka susun digunakan sebagai benchmark, yaitu patokan resmi untuk mengukur kinerja investasi. Banyak lembaga keuangan besar seperti manajer investasi menggunakan indeks tersebut untuk membandingkan hasil pengelolaan dana mereka. Metodologi penyusunannya mengikuti aturan yang jelas, terbuka, dan diperbarui secara berkala agar tetap relevan. Perkembangan tersebut menjadikan FTSE bagian dari sistem pasar modal internasional.

2. Indeks FTSE mengelompokkan saham secara sistematis

ilustrasi saham (unsplash.com/2H Media)

FTSE mengelompokkan saham berdasarkan kapitalisasi pasar, yaitu nilai total perusahaan yang dihitung dari harga saham dikalikan jumlah saham beredar. Kapitalisasi pasar membantu menentukan apakah perusahaan tergolong besar, menengah, atau kecil. Istilah large cap merujuk pada perusahaan dengan nilai pasar sangat besar dan biasanya sudah stabil.

Mid cap menggambarkan perusahaan berukuran menengah yang masih memiliki ruang pertumbuhan. Small cap dan micro cap merujuk pada perusahaan yang lebih kecil serta umumnya memiliki potensi berkembang lebih tinggi, meskipun risikonya juga lebih besar. Pengelompokan ini membantu investor memahami karakter perusahaan sebelum berinvestasi.

FTSE 100 adalah indeks yang memuat 100 perusahaan terbesar di Inggris berdasarkan kapitalisasi pasar. FTSE 250 berisi perusahaan menengah yang berada di bawah kelompok terbesar.

FTSE All-Share mencakup hampir seluruh saham di Bursa London sehingga memberi gambaran pasar yang lebih luas. Pada tingkat global, terdapat FTSE Global Equity Index Series, yaitu kumpulan indeks yang mencakup ribuan saham dari berbagai negara. Indonesia termasuk dalam kategori emerging market atau pasar berkembang dalam struktur tersebut. Sistem ini membantu investor melihat posisi suatu negara dalam peta investasi global.

3. Seleksi saham dilakukan melalui kriteria ketat

ilustrasi saham (unsplash.com/Anne Nygård)

Saham yang masuk ke dalam indeks tidak dipilih secara sembarangan, melainkan harus memenuhi sejumlah persyaratan tertentu. Salah satu syarat utama adalah free float, yaitu persentase saham yang dimiliki publik dan bisa diperdagangkan secara bebas di pasar. Jika sebagian besar saham hanya dimiliki pendiri atau pemegang saham utama, maka saham tersebut kurang mencerminkan partisipasi publik.

Likuiditas juga menjadi syarat penting, yaitu tingkat kemudahan saham diperjualbelikan. Saham yang likuid berarti banyak pembeli dan penjual setiap hari sehingga transaksi berjalan lancar. Harga saham yang terbentuk dari aktivitas tinggi dianggap lebih mencerminkan kondisi pasar yang sebenarnya. Standar ini bertujuan menjaga kualitas indeks agar tetap representatif.

Evaluasi terhadap komposisi indeks dilakukan secara berkala melalui proses yang disebut rebalancing, yaitu peninjauan ulang daftar saham. Proses ini biasanya dilakukan setiap tiga bulan. Jika suatu saham tidak lagi memenuhi kriteria, saham tersebut dapat dikeluarkan. Sebaliknya, saham baru yang memenuhi syarat dapat dimasukkan.

Penyesuaian rutin ini membuat indeks selalu mencerminkan kondisi pasar terkini. Jadwal evaluasi yang terbuka memberi kesempatan pelaku pasar untuk bersiap menghadapi perubahan. Mekanisme ini menunjukkan bahwa indeks bersifat dinamis dan terus diperbarui.

4. Perubahan indeks memicu penyesuaian portofolio dana besar

ilustrasi portfolio saham (unsplash.com/Tech Daily)

Ketika sebuah saham diumumkan masuk ke dalam indeks, reaksi pasar sering muncul dengan cepat. Banyak dana investasi pasif mengikuti komposisi indeks secara otomatis. Dana pasif adalah dana yang tidak memilih saham secara aktif, melainkan meniru isi indeks tertentu. Contohnya adalah reksa dana indeks dan exchange traded fund atau ETF, yaitu produk investasi yang diperdagangkan seperti saham namun isinya mengikuti indeks.

Jika indeks berubah, dana tersebut akan membeli atau menjual saham agar sesuai dengan komposisi terbaru. Permintaan tambahan ini bisa mendorong harga saham naik dalam jangka pendek.

Sebaliknya, saham yang dikeluarkan dari indeks dapat mengalami tekanan jual. Dana pasif harus menjual saham tersebut agar tetap sesuai aturan investasinya. Tekanan ini sering bersifat teknis, artinya terjadi karena aturan mekanis, bukan karena kinerja perusahaan memburuk. Volatilitas atau pergerakan harga yang tajam dapat muncul di sekitar tanggal perubahan. Investor yang memahami mekanisme ini tidak mudah panik saat harga bergerak ekstrem.

Pada akhirnya, FTSE adalah salah satu fondasi penting dalam pasar modal global yang membentuk arah arus dana internasional, memengaruhi likuiditas saham, serta menjadi tolok ukur kinerja bagi banyak manajer investasi di berbagai negara. Pemahaman menyeluruh mengenai mekanisme seleksi, evaluasi berkala, serta dampaknya terhadap harga saham membantu kamu bersikap lebih rasional ketika membaca kabar masuk atau keluarnya emiten dari indeks tertentu. Setelah mengetahui konteks tersebut, bagaimana strategi kamu menghadapi dinamika pasar yang dipengaruhi perubahan indeks global seperti FTSE?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team