Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kawasan car free day di Palemban5 Ide Bisnis Laris Manis di CFD yang Sayang untuk Dilewatkang (Dok. Kominfo)
Kawasan car free day di Palembang (Dok. Kominfo)

Intinya sih...

  • Minuman segar dan sehat menjadi primadona di CFD karena pengunjung umumnya datang setelah berolahraga.

  • Makanan ringan praktis seperti sosis bakar, telur gulung, tahu crispy, atau camilan berbahan singkong sering kali habis dalam waktu singkat.

  • Produk olahraga seperti kaos olahraga, topi, botol minum, handuk kecil, hingga resistance band memiliki peluang besar untuk laku keras di CFD.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Car Free Day atau CFD bukan sekadar ruang publik untuk berolahraga dan bersantai, tetapi juga menjadi ladang subur bagi berbagai peluang bisnis. Dalam hitungan jam, ribuan orang berkumpul di satu titik dengan kebutuhan yang beragam dan perilaku konsumtif yang cukup tinggi. Kondisi ini membuat CFD sering dimanfaatkan pelaku usaha kecil hingga menengah untuk menjajakan produk mereka.

Menariknya, tidak semua jenis bisnis bisa bertahan dan laris di CFD. Dibutuhkan ide yang tepat, mudah dijalankan, serta sesuai dengan karakter pengunjung yang datang. Jika dikelola dengan strategi sederhana namun matang, bisnis di CFD bisa memberikan keuntungan yang cukup menjanjikan. Berikut ini beberapa ide bisnis yang terbukti laris manis dan layak dicoba.

1. Minuman segar dan sehat

Ilustrasi Jus Buah (Unsplash/@snappr)

Minuman segar selalu menjadi primadona di area CFD karena pengunjung umumnya datang setelah berolahraga. Jus buah, infused water, es teh lemon, hingga minuman herbal kekinian banyak diburu untuk mengembalikan stamina tubuh. Selain menyegarkan, minuman sehat juga selaras dengan gaya hidup aktif yang identik dengan CFD.

Agar lebih menarik, pelaku usaha bisa menonjolkan konsep alami dan higienis dalam penyajiannya. Penggunaan botol ramah lingkungan dan tampilan booth yang bersih dapat meningkatkan kepercayaan pembeli. Harga yang terjangkau dengan porsi pas juga menjadi kunci agar konsumen tidak ragu untuk membeli.

2. Makanan ringan praktis

ilustrasi sosis bakar (vecteezy.com/Witsanu Patipatamak)

Selain minuman, makanan ringan menjadi incaran pengunjung yang ingin mengganjal perut tanpa merasa terlalu kenyang. Pilihan seperti sosis bakar, telur gulung, tahu crispy, atau camilan berbahan singkong sering kali habis dalam waktu singkat. Makanan yang mudah dimakan sambil berjalan akan lebih disukai di area CFD.

Konsistensi rasa dan kecepatan penyajian sangat menentukan tingkat penjualan. Pengunjung biasanya tidak ingin menunggu terlalu lama, apalagi saat suasana sedang ramai. Dengan peralatan sederhana dan bahan baku yang mudah didapat, bisnis ini relatif mudah dijalankan oleh pemula.

3. Produk olahraga dan aksesorinya

ilustrasi produk olahraga (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

CFD identik dengan aktivitas fisik, sehingga produk olahraga memiliki peluang besar untuk laku keras. Kaos olahraga, topi, botol minum, handuk kecil, hingga resistance band sering dicari oleh pengunjung. Banyak orang datang tanpa persiapan lengkap dan akhirnya tertarik membeli perlengkapan tambahan.

Keunggulan dari bisnis ini terletak pada nilai guna produk yang jelas. Jika kualitas barang cukup baik dan harganya masuk akal, pembeli tidak akan merasa rugi. Penataan display yang rapi dan mudah dijangkau juga dapat meningkatkan minat beli secara signifikan.

4. Jasa foto instan

ilustrasi jasa foto instan (pexels.com/Rachel Claire)

Tidak sedikit pengunjung CFD yang ingin mengabadikan momen bersama keluarga, pasangan, atau teman. Jasa foto instan bisa menjadi solusi praktis bagi mereka yang ingin hasil cetak cepat tanpa harus repot. Dengan kamera yang memadai dan portable printer, bisnis ini bisa dijalankan dengan modal yang relatif terkontrol.

Daya tarik utama jasa ini adalah kecepatan dan hasil yang langsung diterima. Pelaku usaha dapat menawarkan paket foto sederhana dengan harga terjangkau agar menarik minat. Jika dipadukan dengan properti kecil atau latar foto yang unik, peluang mendapatkan lebih banyak pelanggan akan semakin besar.

5. Produk UMKM lokal

ilustrasi produk UMKM (unsplash.com/Vije Vijendranath)

CFD juga menjadi tempat strategis untuk memperkenalkan produk UMKM lokal kepada masyarakat luas. Mulai dari makanan kemasan, kerajinan tangan, hingga produk perawatan tubuh berbahan alami, semuanya memiliki pasar tersendiri. Pengunjung CFD umumnya terbuka untuk mencoba produk baru, terutama jika memiliki nilai lokal dan cerita menarik.

Penyampaian informasi produk secara singkat namun jelas sangat membantu proses penjualan. Pelaku usaha sebaiknya menyiapkan kemasan yang rapi serta label yang informatif. Dengan pendekatan yang ramah dan komunikatif, produk UMKM berpeluang mendapatkan pelanggan setia di luar CFD.

Berjualan di CFD memang terlihat sederhana, tetapi tetap membutuhkan perencanaan dan pemilihan ide bisnis yang tepat. Dengan memahami kebutuhan dan kebiasaan pengunjung, peluang untuk meraih keuntungan bisa semakin besar. Jika dikelola dengan konsisten dan kreatif, bisnis di CFD tidak hanya laris manis, tetapi juga bisa menjadi langkah awal membangun usaha yang lebih serius ke depannya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team