Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi anak les gitar
Ilustrasi anak les gitar (pexels.com/Yan Krukau)

Intinya sih...

  • Jasa penitipan anak sangat dibutuhkan saat liburan sekolah, terutama yang menawarkan aktivitas terjadwal dan suasana seperti di rumah sendiri.

  • Bisnis sewa mainan anak seperti trampolin mini, mobil aki, scooter, atau balon loncat selalu ramai peminat karena praktis dan hemat untuk penggunaan jangka pendek.

  • Holiday class menjadi solusi favorit orang tua yang ingin anaknya tetap produktif selama liburan dengan memberi pengalaman baru tanpa terasa seperti sekolah.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Musim liburan sekolah selalu jadi momen spesial bagi anak-anak. Waktu luang yang lebih panjang membuat mereka lebih aktif, suka mencoba hal baru, dan pastinya lebih sering minta jajan atau hiburan. Kondisi ini membuka peluang besar bagi berbagai jenis bisnis yang menyasar kebutuhan, kesenangan, dan aktivitas anak selama liburan.

Menariknya, bisnis yang paling dicari saat liburan bukan hanya yang menyenangkan bagi anak, tetapi juga memberi rasa tenang bagi orang tua. Usaha yang mampu menggabungkan unsur hiburan, edukasi, dan kenyamanan biasanya cepat ramai meski hanya dijalankan dalam waktu terbatas. Nah, Kira-kira ide bisnis apa yang menarik saat musim liburan sekolah?

1. Jasa penitipan anak

Daycare (freepik.com/freepik)

Tidak semua orang tua bisa cuti panjang saat anak libur sekolah. Kondisi ini membuat jasa penitipan anak harian sangat dibutuhkan, terutama yang menawarkan aktivitas terjadwal dan suasana seperti di rumah sendiri.

Bisnis ini akan semakin dicari jika tidak hanya sekadar menjaga anak, tetapi juga mengajak mereka bermain, membaca, dan berinteraksi sosial. Komunikasi rutin dengan orang tua mengenai aktivitas anak menjadi nilai tambah yang membuat mereka lebih percaya.

2. Bisnis sewa mainan anak

Ilustrasi bermain di trampolin (pexels.com/Karola G)

Saat liburan, anak-anak cenderung cepat bosan jika hanya bermain di rumah. Inilah alasan bisnis sewa mainan seperti trampolin mini, mobil aki, scooter, atau balon loncat selalu ramai peminat. Orang tua lebih memilih menyewa daripada membeli karena praktis dan hemat untuk penggunaan jangka pendek.

Bisnis ini bisa dijalankan dari rumah dengan sistem sewa harian atau mingguan. Kamu juga bisa menambah layanan antar jemput mainan untuk menarik lebih banyak pelanggan. Semakin unik dan jarang mainannya, semakin besar peluang anak-anak tertarik dan orang tua bersedia menyewa.

3. Membuka holiday class

Ilustrasi memasak bersama anak-anak (pexels.com/RDNE Stock project)

Holiday class menjadi solusi favorit orang tua yang ingin anaknya tetap produktif selama liburan. Kelas menggambar, mewarnai, menari, memasak sederhana, hingga eksperimen sains kecil sangat diminati karena memberi pengalaman baru tanpa terasa seperti sekolah.

Bisnis ini bisa dimulai dengan skala kecil, bahkan di rumah sendiri. Cukup siapkan materi yang menyenangkan, alat sederhana, dan promosi lewat grup WhatsApp orang tua atau media sosial. Selain menghasilkan uang, usaha ini juga membangun citra positif karena dinilai edukatif dan bermanfaat.

4. Jualan mainan

Ilustrasi anak bermain lego (pexels.com/Vika Glitter)

Mainan edukatif seperti puzzle, lego, busy book, slime kit, atau craft DIY selalu laris saat liburan. Anak-anak senang aktivitas yang melibatkan tangan dan kreativitas, sementara orang tua menyukai mainan yang tetap memberi nilai belajar.

Kamu bisa menjual produk jadi atau paket DIY yang bisa dirakit sendiri di rumah. Konsep bundling dengan tema tertentu, misalnya paket liburan kreatif atau paket anti bosan, membuat produk terlihat lebih menarik dan bernilai lebih tinggi di mata pembeli.

5. Membuka kelas khusus hobi dan minat

Ilustrasi anak les gitar (pexels.com/Yan Krukau)

Liburan adalah waktu ideal bagi anak untuk mengeksplorasi minat baru. Kelas singkat seperti menggambar digital, musik, fotografi dasar, atau coding anak mulai banyak dicari karena memberi pengalaman berbeda dari pelajaran sekolah.

Bisnis ini bisa dimulai dengan durasi pendek, misalnya satu atau dua minggu. Fokus pada eksplorasi, bukan target akademik, membuat anak lebih menikmati prosesnya dan orang tua melihat potensi bakat anak sejak dini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAgsa Tian