Perayaan Tahun Baru Imlek selalu menjadi momentum penting bagi perputaran ekonomi di Indonesia, terutama di wilayah perkotaan dan pusat perdagangan. Tradisi berbagi angpao, mengirim hampers, menghias rumah, serta mempersiapkan jamuan keluarga membuat kebutuhan konsumsi meningkat tajam dalam waktu singkat. Kondisi ini membuka peluang bagi pelaku usaha untuk memanfaatkan ide usaha laris manis jelang Imlek secara lebih terencana dan strategis.
Lonjakan permintaan biasanya terjadi dua hingga empat minggu sebelum hari perayaan, sehingga perputaran modal berlangsung cepat. Meski bersifat musiman, bisnis Imlek tetap menarik karena potensi keuntungannya cukup signifikan jika dikelola dengan tepat. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui jenis usaha apa saja yang paling dibutuhkan menjelang Imlek dan bagaimana memanfaatkannya secara rasional, seperti yang akan dibahas dalam artikel ini.
