ilustrasi rupiah (unsplash.com/Mufid Majnun)
Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S. Adji menyampaikan industri asuransi dan penjaminan saat ini menghadapi berbagai tantangan, baik dari sisi kondisi makroekonomi maupun perubahan regulasi yang mendorong penguatan struktur industri.
Menurutnya, tekanan nilai tukar yang meningkatkan volatilitas pasar keuangan serta perlambatan daya beli dan aktivitas UMKM menjadi faktor yang perlu diantisipasi oleh pelaku industri keuangan, termasuk sektor asuransi dan penjaminan.
Di sisi lain, penguatan regulasi juga menjadi bagian dari upaya membangun industri yang lebih sehat dan berkelanjutan, antara lain melalui implementasi berbagai kebijakan Otoritas Jasa Keuangan seperti pemisahan unit usaha syariah, penguatan permodalan perusahaan asuransi, serta pengaturan terkait asuransi kredit.
Selain itu, industri juga menghadapi tantangan dari sisi rasio klaim, khususnya pada lini asuransi kesehatan.
Berdasarkan data industri, pertumbuhan klaim asuransi kesehatan tercatat mencapai sekitar 22 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan premi yang hanya sekitar 3 persen, sehingga memberikan tekanan terhadap profitabilitas industri.