Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IFG Cetak Pendapatan Rp11,47 Triliun, Lampaui Target!
Kantor pusat Indonesia Financial Group (IFG) sebagai Holding BUMN asuransi dan penjaminan. (dok. IFG)
  • IFG mencatat pendapatan Rp11,47 triliun sepanjang 2025, melampaui target 102 persen dari Rp11,21 triliun berdasarkan laporan keuangan unaudited.
  • Industri asuransi menghadapi tekanan akibat kenaikan klaim kesehatan hingga 22 persen dan perlambatan ekonomi, sementara regulasi baru memperkuat struktur industri.
  • IFG fokus pada penguatan daya saing, eksekusi bisnis, serta konsolidasi bersama Danantara untuk membangun industri asuransi BUMN yang efisien dan berdaya saing.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Indonesia Financial Group (IFG) sebagai Holding BUMN asuransi dan penjaminan membukukan pendapatan Rp11,47 triliun sepanjang 2025 dalam laporan keuangan yang belum diaudit atau unaudited.

Angka tersebut menunjukkan pencapaian sekitar 102 persen dari target yang ditetapkan, yakni Rp11,21 triliun.

1. Industri asuransi hadapi tekanan dari klaim tinggi

ilustrasi rupiah (unsplash.com/Mufid Majnun)

Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S. Adji menyampaikan industri asuransi dan penjaminan saat ini menghadapi berbagai tantangan, baik dari sisi kondisi makroekonomi maupun perubahan regulasi yang mendorong penguatan struktur industri.

Menurutnya, tekanan nilai tukar yang meningkatkan volatilitas pasar keuangan serta perlambatan daya beli dan aktivitas UMKM menjadi faktor yang perlu diantisipasi oleh pelaku industri keuangan, termasuk sektor asuransi dan penjaminan.

Di sisi lain, penguatan regulasi juga menjadi bagian dari upaya membangun industri yang lebih sehat dan berkelanjutan, antara lain melalui implementasi berbagai kebijakan Otoritas Jasa Keuangan seperti pemisahan unit usaha syariah, penguatan permodalan perusahaan asuransi, serta pengaturan terkait asuransi kredit.

Selain itu, industri juga menghadapi tantangan dari sisi rasio klaim, khususnya pada lini asuransi kesehatan.

Berdasarkan data industri, pertumbuhan klaim asuransi kesehatan tercatat mencapai sekitar 22 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan premi yang hanya sekitar 3 persen, sehingga memberikan tekanan terhadap profitabilitas industri.

2. IFG fokus penguatan eksekusi bisnis

Kantor pusat Kementerian BUMN. (IDN Times/VadhiaLidyana)

IFG pun menetapkan fokus tahun ini pada penguatan daya saing dan eksekusi bisnis.

“Untuk merespons berbagai dinamika tersebut, IFG pada tahun 2026 akan berfokus pada penguatan daya saing dan penguatan eksekusi bisnis melalui agenda transformasi grup,” ujar Denny dikutip dari keterangan resmi, Minggu (15/3/2026).

Selain itu, IFG juga akan terus mengoptimalkan kinerja program penugasan pemerintah serta memperkuat sinergi bisnis di dalam grup melalui pengembangan berbagai kanal distribusi, baik direct channel, korporasi, agen, maupun digital.

Kolaborasi lintas entitas di ekosistem BUMN juga akan terus diperkuat untuk membuka peluang model bisnis baru melalui pendekatan ecosystem play serta penguatan program cross selling antar entitas.

3. Konsolidasi asuransi BUMN masih dijalankan bersama Danantara

Wisma Danantara Indonesia (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Di saat yang sama, IFG juga melanjutkan agenda streamlining bisnis asuransi dan penjaminan di dalam ekosistem Danantara Indonesia untuk membangun struktur industri yang lebih efisien, sehat, dan berdaya saing.

“Melalui langkah-langkah tersebut, IFG berharap dapat terus memperkuat peran industri asuransi dan penjaminan sebagai instrumen penting dalam mendukung stabilitas ekonomi serta pertumbuhan sektor riil di Indonesia,” ucap Denny.

Editorial Team