Sebelumnya, rupiah sempat menguat selama tiga hari beruntun. Direktur PT. TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan salah satu faktor yang menyebabkan penguatan rupiah atau melemahnya indeks dolar adalah karena kebijakan yang dikeluarkan bank sentral AS, The Federal Reserve.
Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell menegaskan kembali komitmen bank sentral untuk suku bunga rendah dan pembelian obligasi untuk mendukung pemulihan ekonomi AS. Dukungan Fed itu telah diprediksi akan menjadi faktor negatif jangka panjang bagi dolar.
“Powell juga menepis kekhawatiran bahwa kebijakan moneter yang longgar dapat menyebabkan inflasi dan gelembung keuangan yang telah mendominasi 2021 sejauh skeptisisme tumbuh atas reli saham global,” ujarnya.