Jakarta, IDN Times – Ekonom Center of Economics and Law Studies (Celios), Nailul Huda, memproyeksikan inflasi pada Ramadan dan Lebaran 2026 akan lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Lonjakan harga pangan dan energi menjadi faktor utama yang mendorong tekanan harga.
Pada Ramadan 2025 yang dimulai 1 Maret, inflasi tercatat 1,65 persen secara bulanan (mtm) dan 1,03 persen secara tahunan (yoy). Angka tersebut relatif rendah karena dipengaruhi diskon tarif listrik.
"Melihat kondisi tahun lalu yang rendah karena faktor diskon listrik, tampaknya inflasi tahun ini akan cukup tinggi, dipengaruhi harga energi," ujar Huda kepada IDN Times, Selasa (17/2/2026).
