Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi seorang wanita memerhatikan pergerakan pasar saham (freepik.com)
Ilustrasi seorang wanita memerhatikan pergerakan pasar saham (freepik.com)

Memasuki masa pensiun dalam 10 tahun ke depan bukan berarti terlambat untuk memperkuat tabungan hari tua. Dengan strategi investasi yang tepat, peluang untuk memperbesar portofolio masih terbuka lebar. Selain tabungan berbunga tinggi dan obligasi yang dikenal stabil, investasi saham tertentu juga bisa menjadi cara cerdas untuk mempercepat pertumbuhan kekayaan.

Menurut para pakar keuangan, ada dua saham yang patut dipertimbangkan untuk memperkuat dana pensiun. Kedua saham ini dinilai memiliki fundamental yang solid, prospek jangka panjang yang menjanjikan, serta potensi memberikan dividen rutin. Dengan memilih instrumen yang tepat, investor dapat menjaga kestabilan portofolio sekaligus tetap mendapatkan pertumbuhan nilai investasi secara konsisten hingga memasuki masa pensiun.

1. Microsoft, saham teknologi yang konsisten tumbuh

ilustrasi gedung microsoft (pixabay.com/efes)

Microsoft masih menjadi salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia. Selain mendominasi pasar PC, perusahaan ini juga berada di garis depan pengembangan kecerdasan buatan (AI) yang saat ini tengah booming. Menurut laporan NASDAQ, performa saham Microsoft terus stabil berkat inovasi dan ekspansi di sektor AI serta keamanan siber.

Danny Ray, pendiri PinnacleQuote, menjelaskan bahwa investasi jangka panjang di Microsoft bisa sangat menguntungkan.

“Jika kamu menanamkan modal sebesar $100.000 dengan rata-rata imbal hasil konservatif 10% per tahun, maka dalam 10 tahun nilainya bisa tumbuh menjadi sekitar $259.000. Angka ini bahkan bisa lebih tinggi jika dividen terus diinvestasikan kembali,” ujarnya.

Keunggulan Microsoft terletak pada pendapatan berulang yang kuat, ekspansi berkelanjutan ke pasar baru, serta kemampuan inovasi tanpa membebani keuangan. Tak heran, saham ini sering dipandang sebagai pilihan aman untuk jangka panjang.

2. British American Tobacco (BTI), saham dividen tinggi yang masih potensial

Logo British American Tobacco (bat.com)

Meski tren merokok di dunia menurun 17% dalam lima tahun terakhir, saham British American Tobacco (BTI) masih dianggap menjanjikan. Vince Stanzione, trader saham berpengalaman sekaligus penulis The Millionaire Dropout, bahkan menempatkan 10% dari portofolio jangka panjangnya di saham ini.

Menurutnya, BTI tetap kuat karena bisnis tembakau hanya dikuasai oleh segelintir perusahaan besar dengan sedikit pesaing baru. Selain itu, BTI rajin membagikan dividen tinggi serta melakukan buyback saham.

“Saat ini BTI menawarkan dividend yield lebih dari 5% dengan valuasi forward P/E di bawah 13. Meski harga saham naik 57% sejak awal tahun, nilainya masih menarik,” jelas Stanzione.

Perusahaan juga gencar berinvestasi dalam produk inovatif untuk mengimbangi penurunan konsumsi rokok konvensional.

3. Kunci perencanaan pensiun

Ilustrasi pensiun (freepik.com)

Meski investasi saham penting, perencanaan pensiun tidak boleh hanya bergantung pada satu instrumen. Eric Mangold, pendiri Argosy Wealth Management, menekankan pentingnya melihat gambaran besar.

Pertanyaan yang harus dipertimbangkan antara lain:

  • Berapa jumlah dana yang benar-benar dibutuhkan saat pensiun dimulai?

  • Apakah pendapatan dari investasi, pensiun, atau properti cukup untuk menutupi pengeluaran dan pajak?

  • Apakah ada risiko kehabisan dana sebelum masa hidup berakhir?

Menurut Mangold, kunci perencanaan pensiun adalah keseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran, bukan hanya mengejar saham populer.

“Pensiun bukan soal aset semata, tapi soal aliran pendapatan,” katanya.

Dengan kombinasi saham potensial seperti Microsoft dan BTI, ditambah strategi finansial yang matang, persiapan pensiun dalam 10 tahun bisa menjadi lebih terarah, aman, dan penuh peluang. Investasi jangka panjang pada perusahaan dengan fundamental kuat bukan hanya membantu menjaga stabilitas aset, tetapi juga berpotensi memberikan pertumbuhan signifikan. Juga dengan disiplin dan perencanaan yang konsisten, impian menikmati masa pensiun yang tenang dapat lebih mudah diwujudkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team