ilustrasi beli rumah KPR (vecteezy.com/wichayada suwanachun)
Terlalu sering memantau portofolio bisa membuatmu lupa tujuan awal berinvestasi. Apakah untuk dana pensiun, membeli rumah, atau kebebasan finansial? Tujuan-tujuan ini membutuhkan waktu bertahun-tahun, bukan evaluasi harian. Jika fokusmu hanya pada angka hari ini, arah besar bisa terabaikan.
Banyak pendekatan investasi menyarankan peninjauan portofolio secara berkala, seperti bulanan atau kuartalan. Dengan cara ini, kamu tetap bisa mengevaluasi performa tanpa terjebak pada noise jangka pendek. Fokus pun kembali ke strategi dan tujuan utama yang sudah kamu tetapkan sejak awal.
Mengecek investasi setiap hari memang terasa aman, tapi dampaknya gak selalu positif. Emosi yang mudah terpancing, keputusan impulsif, hingga stres finansial bisa muncul tanpa disadari. Penelitian juga menunjukkan bahwa terlalu sering memantau portofolio justru berpotensi menurunkan hasil jangka panjang.
Dengan mengurangi frekuensi pengecekan dan fokus pada tujuan besar, kamu bisa berinvestasi dengan lebih tenang. Ingat, dalam dunia investasi, kesabaran sering kali memberi hasil yang lebih baik daripada reaksi cepat.
Apa yang dimaksud dengan portofolio investasi? | Portofolio investasi adalah kumpulan berbagai instrumen investasi yang dimiliki seseorang atau institusi untuk mencapai tujuan keuangan tertentu. |
Apa itu diversifikasi dalam portofolio investasi? | Diversifikasi adalah strategi menyebar investasi ke berbagai aset untuk mengurangi risiko kerugian besar dari satu instrumen. |
Apakah semakin banyak instrumen berarti portofolio semakin baik? | Tidak selalu. Yang terpenting adalah keseimbangan dan relevansi dengan tujuan investasi. |
Mengapa portofolio investasi penting? | Karena portofolio membantu:Menyebar risiko (diversifikasi)Mengoptimalkan imbal hasilMenyesuaikan investasi dengan tujuan dan profil risiko |