ilustrasi bisnis franchise (pexels.com/James Frid)
Lonjakan penjualan saat Ramadan sering membuat pelaku usaha lupa memikirkan bulan berikutnya. Jika semua margin dihabiskan untuk promo, bisnis bisa goyah setelah musim ramai berakhir. Perencanaan jangka menengah sangat penting.
Sisihkan sebagian keuntungan untuk menjaga arus kas setelah Lebaran. Evaluasi performa promo dengan data, bukan perasaan. Dengan begitu, kamu bisa menentukan strategi yang lebih sehat untuk periode berikutnya.
Diskon memang ampuh menarik perhatian, tetapi bukan solusi instan tanpa risiko. Tanpa perhitungan dan strategi yang tepat, potongan harga bisa menggerus keuntungan hingga bisnis sulit bertahan. Ramadan seharusnya jadi momen memperkuat fondasi usaha, bukan sekadar mengejar angka penjualan.
Sebelum memberi diskon, pastikan kamu memahami margin, biaya, dan dampak jangka panjangnya. Fokus pada nilai, pelayanan, dan strategi cerdas agar bisnis tetap hidup setelah euforia berlalu. Karena bertahan lama jauh lebih penting daripada sekadar ramai sesaat.