Seorang petugas Jasa Marga mengatur arus lalu lintas kendaraan di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (29/3/2025). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Jasa Marga menyebut transformasi digital terus diperkuat melalui pengembangan Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) berbasis Intelligent Transport System (ITS). Perseroan mengklaim sistem tersebut mampu menghasilkan prediksi lalu lintas dengan tingkat akurasi mendekati 98 persen.
Selain itu, aplikasi Travoy mencatat jumlah unduhan sebanyak 1,1 juta pengguna sepanjang 2025 atau meningkat 48 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Di sisi layanan, Customer Satisfaction Index (CSI) Jasa Marga mencapai 5,13 dari skala 6 dan masuk kategori “puas”.
Perseroan juga menjalankan berbagai inisiatif berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG), seperti green rest area, pengelolaan limbah, fasilitas kendaraan listrik, hingga pengembangan UMKM lokal di rest area.
“Melalui internalisasi budaya kerja JSMR MOVE (Modern, Optimistic, Valuable, Excellent), Perseroan berhasil memperkuat kapabilitas internal mentalitas ‘Roadster Jasa Marga’. Transformasi budaya yang masif ini difokuskan pada pembentukan pola pikir berbasis layanan yang menempatkan customer experience dan customer satisfaction sebagai prioritas utama,” kata Rivan.
Jasa Marga optimistis kinerja perusahaan pada 2026 akan semakin kuat melalui penguatan fundamental keuangan, optimalisasi operasional, dan strategi pertumbuhan berkelanjutan. (WEB)