Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kesadaran Investasi Emas Meningkat, THR Jadi Modal Aset Masa Depan
Pegadaian mencatat lonjakan signifikan transaksi emas sepanjang Ramadan hingga Lebaran. (dok. Pegadaian)
  • Transaksi emas di Pegadaian melonjak 137,76 persen selama Ramadan hingga Lebaran 2026, menandakan pergeseran perilaku masyarakat yang kini memanfaatkan THR untuk investasi jangka panjang.
  • Inovasi digital seperti aplikasi Tring! by Pegadaian dan Tabungan Emas nominal kecil mendorong kemudahan serta fleksibilitas generasi muda dalam berinvestasi emas kapan pun dan di mana pun.
  • Program Gadai Bebas Bunga membantu masyarakat menjaga kepemilikan emas sambil memenuhi kebutuhan likuiditas, mencerminkan peningkatan literasi keuangan dan strategi pengelolaan aset yang lebih bijak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Transaksi pembelian dan gadai emas di PT Pegadaian meningkat signifikan selama Ramadan hingga Idul Fitri 2026, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat menjadikan THR sebagai modal investasi jangka panjang.
  • Who?
    PT Pegadaian bersama nasabahnya, dengan pernyataan disampaikan oleh Kepala Divisi Bisnis Bulion Pegadaian, Kadek Eva Suputra.
  • Where?
    Kegiatan transaksi dan layanan berlangsung secara nasional melalui kantor cabang Pegadaian serta platform digital Tring! by Pegadaian.
  • When?
    Peningkatan terjadi sepanjang bulan Ramadan hingga perayaan Idul Fitri 2026, dengan program Gadai Bebas Bunga berlaku sampai akhir April 2026.
  • Why?
    Masyarakat memilih berinvestasi emas karena dianggap sebagai instrumen lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global dan harga emas yang tinggi.
  • How?
    Pertumbuhan didorong oleh kemudahan akses digital melalui aplikasi Tring!, produk Tabungan Emas mulai Rp10.000, serta program pinjaman tanpa bunga untuk menjaga likuiditas tanpa menjual aset.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Perayaan Idul Fitri 2026 menjadi momentum perubahan perilaku finansial masyarakat. PT Pegadaian mencatat lonjakan signifikan transaksi emas sepanjang Ramadan hingga Lebaran, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat memanfaatkan THR untuk investasi, bukan sekadar konsumsi.

1. Pembelian emas melonjak hingga 137,76 persen

Pegadaian mencatat lonjakan signifikan transaksi emas sepanjang Ramadan hingga Lebaran. (dok. Pegadaian)

Pegadaian mencatat lonjakan signifikan pada pembelian emas, khususnya melalui produk Tabungan Emas. Hingga akhir Maret 2026, total gramasi pembelian tumbuh 137,76 persen secara tahunan, dengan volume mencapai lebih dari 5,5 ton.

Peningkatan ini didorong oleh kesadaran masyarakat terhadap emas sebagai instrumen lindung nilai (safe haven), terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global dan harga emas yang tetap berada di level tinggi.

"Fenomena tahun ini menunjukkan pergeseran habit yang positif. Masyarakat tidak lagi sekedar menghabiskan THR untuk kebutuhan musiman, tetapi justru menambah kepemilikan emas sebagai strategi investasi jangka panjang," ujar Kepala Divisi Bisnis Bulion Pegadaian, Kadek Eva Suputra.

2. Akses digital dorong minat investasi emas

ilustrasi layanan Pegadaian (dok. Pegadaian)

Pegadaian menghadirkan berbagai inovasi untuk mempermudah investasi emas, salah satunya melalui Tabungan Emas dengan nominal terjangkau mulai dari Rp10.000.

Kemudahan ini diperkuat dengan kehadiran aplikasi digital Tring! by Pegadaian yang memungkinkan masyarakat bertransaksi kapan saja dan di mana saja.

“Pergeseran perilaku nasabah yang menginginkan fleksibilitas tinggi ini juga tercermin dari masifnya penggunaan aplikasi Tring! by Pegadaian. Melalui Tring!, masyarakat dapat bertransaksi emas kapan pun dan di mana pun, bahkan di sela-sela kesibukan persiapan mudik dan Lebaran,” tambah Kadek.

3. Gadai emas jadi solusi likuiditas tanpa jual aset

ilustrasi membeli emas di Galeri 24 (dok. Pegadaian)

Selain pembelian, Pegadaian juga mencatat tingginya pemanfaatan gadai emas selama periode Lebaran. Masyarakat cenderung mempertahankan aset emas mereka, meskipun membutuhkan dana tunai. Melalui program Gadai Bebas Bunga yang berlaku hingga akhir April 2026, nasabah dapat memperoleh pinjaman dengan biaya sewa modal 0 persen.

Kondisi ini menunjukkan perubahan pola pikir masyarakat dalam mengelola keuangan. Beberapa faktor yang mendorong tren ini antara lain kenaikan harga emas, meningkatnya literasi keuangan, serta kemudahan akses investasi digital yang membuat proses investasi dan gadai menjadi lebih praktis.

Dengan capaian ini, PT Pegadaian optimistis tren investasi emas akan terus berlanjut dan menjadi salah satu fondasi stabilitas ekonomi keluarga Indonesia pasca-Lebaran. (WEB)

Editorial Team