Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Kesalahan Diversifikasi dalam Portofolio Investasi, Bikin Rugi!
ilustrasi investasi (unsplash.com/Austin Distel)
  • Artikel menyoroti pentingnya memahami strategi diversifikasi agar tidak justru menurunkan potensi keuntungan investasi akibat penerapan yang salah.
  • Dijelaskan empat kesalahan umum investor, seperti over-diversification, membeli aset berkorelasi tinggi, proporsi aset tidak seimbang, dan kurang memahami instrumen yang dipilih.
  • Pengetahuan mendalam serta riset sebelum memilih aset menjadi kunci menjaga portofolio tetap sehat dan tahan terhadap fluktuasi ekonomi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Diversifikasi sering dianggap sebagai strategi paling tepat untuk meminimalisir risiko di dunia investasi yang serba penuh dengan ketidakpastian. Namun, penerapan yang kurang tepat justru bisa menjadi bumerang yang dapat menurunkan keuntungan aset yang dimiliki.

Memahami kesalahan umum dalam menyusun sebaran aset merupakan langkah penting bagi para investor agar kondisi portofolionya tetap terjaga dengan baik. Coba ketahuilah beberapa kesalahan berikut ini dalam melakukan diversifikasi investasi agar portofolio tetap aman tanpa masalah.

1. Melakukan diversifikasi secara berlebihan

ilustrasi investasi (unsplash.com/Dimitri Karastelev)

Ada banyak investor yang sering terjebak dalam kondisi over-diversification karena memiliki banyak sekali instrumen, meski dalam jumlah kecil. Kondisi ini bisa membuat pemantauan terhadap kinerja aset pun terasa sulit dan tidak efisien untuk investor.

Penyebaran yang terlalu luas justru bisa memangkas potensi imbal hasil dari aset yang diperoleh. Portofolio milikmu mungkin akan menunjukkan pertumbuhan yang sangat lambat karena keuntungannya tertutup oleh transaksi yang sudah membengkak.

2. Membeli aset dengan korelasi tinggi

ilustrasi saham (unsplash.com/Michael Förtsch)

Kesalahan fatal lainnya adalah membeli berbagai instrumen investasi yang sebetulnya bergerak searah saat pasar mengalami perubahan. Sebagai contoh, memiliki saham dari berbagai sektor yang sama tidak akan memberikan proteksi ketika sektor tersebut jatuh.

Diversifikasi yang sesungguhnya tentu melibatkan aset-aset yang memiliki korelasi rendah hingga saling berlawanan arah. Tanpa perbedaan karakter aset, maka kerugian sistemik pun bisa saja menghantam portofolio secara bersamaan.

3. Mengabaikan proporsi bobot setiap aset

ilustrasi investasi (unsplash.com/Stephen Dawson)

Investor kerap kali lupa untuk menetapkan persentase bobo ideal pada setiap jenis instrumen yang ada di portofolio. Memiliki aset yang beragam bukan berarti banyak jika salah satu aset memiliki porsi dominasi yang terlalu besar dari total nilai investasi.

Dominasi satu aset bisa membuat keamanan finansial sangat bergantung pada nasib dari satu jenis instrumen saja. Sebaliknya, porsi aset yang terlalu kecil juga tidak akan membawa kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan aset.

4. Kurangnya pemahaman terhadap instrumen yang dipilih

ilustrasi emas (pexels.com/Michael Steinberg)

Memilih aset hanya demi alasan diversifikasi tanpa memahami cara kerjanya merupakan tindakan spekulatif yang berbahaya. Kamu mungkin akan terjebak pada produk investasi berisiko tinggi yang sebetulnya tidak sesuai dengan profil risiko pribadi.

Sangat penting untuk melakukan riset terlebih dahulu sebelum memasukkan instrumen baru ke dalam portofolio investasi. Pengetahuan yang baik akan membantu dalam mengambil keputusan yang lebih objek tanpa terpengaruh tren pasar sesaat.

Diversifikasi merupakan sebuah seni dalam menyeimbangkan risiko dan imbal hasil. Dengan menghindari kesalahan umum di atas, maka kamu akan memiliki daya tahan yang baik dalam menghadapi fluktuasi ekonomi. Cara ini akan membuat portofolio investasimu terus bertumbuh.

Sumber:

https://passivecapital.com/mistakes-to-avoid-when-diversifying-your-portfolio/

https://www.diamondstandard.co/blog/10-common-mistakes-to-avoid-in-portfolio-diversification

https://portfoliopilot.com/portfolio-management/resources/common-diversification-mistakes-investors-should-watch-for

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAgsa Tian