unsplash.com/Austin Distel
Terakhir, kesalahan yang kerap dilakukan pemula dalam berinvestasi adalah terlambat memulai dan tidak punya tujuan keuangan. Waktu adalah teman terbaik dalam berinvestasi, maka semakin cepat kamu memulai kemungkinan keuntungan yang kamu peroleh pun akan semakin besar.
Mulailah dari sekarang dengan menetapkan tujuan keuanganmu. Dengan begitu kamu akan lebih mudah mencapai keinginanmu dengan strategi yang tepat. Kamu bisa mulai dari skala kecil dulu hingga kamu paham betul dan terjun ke investasi yang lebih besar.
Nah, setelah mengetahui lima kesalahan di atas semoga tidak ada lagi yang salah memulai investasi ya!
Apa kesalahan investasi paling umum yang dilakukan pemula? | Kesalahan paling umum adalah tidak memiliki rencana investasi (financial plan) sehingga membeli aset tanpa tujuan yang jelas atau tanpa memahami profil risiko pribadi. |
Kenapa investor pemula sering rugi meskipun pasar sedang naik? | Karena banyak pemula ikut tren tanpa analisis dan sering melakukan overtrading. Mereka membeli saat harga tinggi dan menjual saat harga turun karena panik, sehingga potensi keuntungan hilang. |
Apakah investasi tanpa edukasi itu berbahaya? | Ya, karena tanpa edukasi yang cukup, investor tidak memahami karakter risiko instrumen investasi, biaya transaksi, waktu investasi yang tepat, atau diversifikasi portofolio sehingga rentan kehilangan modal. |
Haruskah investasi dimulai dari jumlah besar sejak awal? | Tidak selalu. Lebih penting memulai sedini mungkin meskipun dengan jumlah kecil karena waktu investasi (time in market) sering memberi dampak lebih besar daripada jumlah awal yang besar. |
Apa langkah pertama yang harus dilakukan pemula sebelum berinvestasi? | Langkah pertama adalah mempelajari dasar investasi, menetapkan tujuan finansial, memetakan profil risiko, dan membuat perencanaan portofolio yang sesuai, sebelum memilih instrumen seperti saham, reksa dana, obligasi, atau emas. |