Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Kesalahan Sepele yang Bikin Pemula Gagal Berinvestasi
unsplash.com/Micheile Henderson

Intinya sih...

  • Investasi bukan selalu untung, perlu siap dengan risiko

  • Pentingnya ilmu dan analisis sebelum berinvestasi

  • Pilih produk investasi dengan tujuan jelas, hindari tren semata

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Dunia investasi kini semakin diminati oleh para pemula, khususnya anak muda. Selain karena hype juga karena kesadaran akan pentingnya investasi yang semakin meningkat.

Banyak para anak muda yang mulai terjun berinvestasi baik dari reksa dana, nabung emas hingga bermain saham. Namun tak jarang pula ada banyak di antara mereka yang menyalahkan dunia investasi karena merugi.

Oleh karena itu, simak lima kesalahan sepele yang kerap dilakukan pemula dan membuat gagalnya investasi. Yuk, simak apa saja hal tersebut!

1. Mengira investasi akan selalu untung

pexels.com/lukas

Sama halnya seperti orang berjualan yang bisa saja untung ataupun rugi. Dunia investasi juga tak lepas dari proses jual dan beli sehingga bisa menghasilkan keuntungan. Hal yang harus kamu pahami bahwasanya berinvestasi tak luput dari ancaman kerugian pula.

Intinya, kamu harus lihai membaca situasi dan jangan tergiur dengan profit yang besar dalam waktu singkat. Setiap keuntungan yang besar pasti akan dibarengi dengan risiko yang besar pula. Oleh karenanya, yang paling utama adalah siapkan mindset-mu untuk bersiap terhadap segala kemungkinan.

2. Tidak punya banyak ilmu dalam dunia investasi

pixabay.com/PourquoiPas

Dalam berinvestasi tentunya memerlukan ilmu yang tidak sedikit. Ada banyak proses analisis dan prediksi dari membaca trend pasar yang ada. Pastikan dirimu memiliki banyak ilmu dari berbagai sumber yang bisa kamu baca dan pelajari.

Kamu bisa membeli buku terkait investasi, menonton YouTube hingga mengikuti banyak akun yang mengedukasi tentang investasi secara gratis. Hindari berinvestasi dengan model seperti membeli kucing dalam karung. Pahami model investasinya dan perbanyak ilmu sebelum memulainya.

3. Membeli produk investasi karena lagi trend

unsplash.com/Jason Briscoe

Dalam membeli sebuah produk investasi haruslah memiliki sebuah tujuan. Misal tujuanmu ingin membeli sebuah rumah, dan mencoba memulai dengan investasi dalam dunia saham. Saham yang kamu miliki tentunya untuk tujuan jangka panjang, dan pilihlah saham yang menurutmu bagus dari emiten yang kamu percaya.

Kamu bisa mencoba dengan membeli saham bluechip yang tersedia dalam pasar modal. Namun, kamu juga harus waspada terhadap produk investasi yang sedang hype dan banyak dibicarakan. Jangan terlalu mengikuti arus jika tidak tahu profil investasinya secara lengkap, ya.

4. Tidak melakukan diversifikasi investasi

unsplash.com/Sabrinna Ringquist

Pentingnya melakukan diversifikasi investasi adalah untuk mencegah kerugian besar. Diversifikasi atau pemilihan beberapa produk berbeda dari investasi sangat dianjurkan ketika kamu terjun dalam dunia ini. Tidak ada satupun produk investasi yang akan selalu untung atau selalu rugi.

Oleh karenanya, kamu bisa membeli beberapa produk berbeda untuk mencegah ketika salah satunya mengalami kerugian. Maka kamu bisa menutupinya dengan produk lain yang mengalami keuntungan.

5. Terlambat memulai dan tidak memiliki tujuan keuangan

unsplash.com/Austin Distel

Terakhir, kesalahan yang kerap dilakukan pemula dalam berinvestasi adalah terlambat memulai dan tidak punya tujuan keuangan. Waktu adalah teman terbaik dalam berinvestasi, maka semakin cepat kamu memulai kemungkinan keuntungan yang kamu peroleh pun akan semakin besar.

Mulailah dari sekarang dengan menetapkan tujuan keuanganmu. Dengan begitu kamu akan lebih mudah mencapai keinginanmu dengan strategi yang tepat. Kamu bisa mulai dari skala kecil dulu hingga kamu paham betul dan terjun ke investasi yang lebih besar.

Nah, setelah mengetahui lima kesalahan di atas semoga tidak ada lagi yang salah memulai investasi ya!

FAQ seputar Kesalahan Sepele yang Bikin Pemula Gagal Berinvestasi

Apa kesalahan investasi paling umum yang dilakukan pemula?

Kesalahan paling umum adalah tidak memiliki rencana investasi (financial plan) sehingga membeli aset tanpa tujuan yang jelas atau tanpa memahami profil risiko pribadi.

Kenapa investor pemula sering rugi meskipun pasar sedang naik?

Karena banyak pemula ikut tren tanpa analisis dan sering melakukan overtrading. Mereka membeli saat harga tinggi dan menjual saat harga turun karena panik, sehingga potensi keuntungan hilang.

Apakah investasi tanpa edukasi itu berbahaya?

Ya, karena tanpa edukasi yang cukup, investor tidak memahami karakter risiko instrumen investasi, biaya transaksi, waktu investasi yang tepat, atau diversifikasi portofolio sehingga rentan kehilangan modal.

Haruskah investasi dimulai dari jumlah besar sejak awal?

Tidak selalu. Lebih penting memulai sedini mungkin meskipun dengan jumlah kecil karena waktu investasi (time in market) sering memberi dampak lebih besar daripada jumlah awal yang besar.

Apa langkah pertama yang harus dilakukan pemula sebelum berinvestasi?

Langkah pertama adalah mempelajari dasar investasi, menetapkan tujuan finansial, memetakan profil risiko, dan membuat perencanaan portofolio yang sesuai, sebelum memilih instrumen seperti saham, reksa dana, obligasi, atau emas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorSire