ilustrasi diskon sale (pexels.com/Markus Spiske)
Pengalaman kecil yang terlihat sepele ternyata bisa membentuk kebiasaan finansial kamu, lho. Contohnya, kebiasaan orangtua yang selalu menunggu diskon bisa tertanam kuat di pikiran. Atau sebaliknya, kamu terbiasa membeli sesuatu tanpa mempertimbangkan harga karena itu yang sering kamu lihat. Semua pengalaman ini tersimpan dan memengaruhi keputusan spontan.
Fulmore menjelaskan bahwa otak membuat keputusan berdasarkan akumulasi pengalaman hidup. Saat kamu memilih sesuatu di toko, banyak faktor lama yang ikut bermain. Bahkan film, iklan, dan media sosial bisa membentuk standar gaya hidup tertentu. Tanpa sadar, kamu berusaha menyesuaikan diri lewat belanja.
Kebiasaan boros gak selalu disebabkan kurang niat atau malas mengatur uang. Bisa jadi, ada pengaruh mental, pengalaman, dan pola asuh yang membentuk “cerita uang” kamu sejak lama. Dengan menyadari hal-hal ini, kamu punya kesempatan lebih besar untuk berubah tanpa menyalahkan diri sendiri.
Coba tarik napas, refleksi, dan pahami dulu apa yang sebenarnya mendorong kebiasaan belanja kamu. Dari sana, strategi keuangan yang kamu buat akan terasa lebih realistis dan manusiawi.