Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Langkah untuk Mencapai Kebebasan Finansial ala Dave Ramsey
Dave Ramsey (commons.wikimedia.org)

Intinya sih...

  • Menyiapkan dana darurat awal sebagai fondasi keuangan

  • Melunasi utang konsumtif menggunakan metode debt snowball

  • Membangun dana darurat penuh untuk perlindungan jangka menengah

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Masalah utang, tabungan yang cepat habis, hingga rasa cemas memikirkan masa depan keuangan masih dialami banyak orang, terutama generasi usia produktif. Kondisi ini sering terjadi bukan karena kurang penghasilan, melainkan karena pengelolaan keuangan yang belum terstruktur dengan baik. Melihat situasi tersebut, pakar keuangan asal Amerika Serikat (AS), Dave Ramsey, memperkenalkan konsep 7 Baby Steps sebagai panduan praktis menuju kebebasan finansial.

Metode ini dirancang agar mudah dipahami dan dijalankan oleh siapa pun, tanpa perlu latar belakang keuangan yang rumit. Meski berasal dari luar negeri, prinsipnya tetap relevan diterapkan di Indonesia karena menekankan perubahan kebiasaan. Berikut tujuh langkah untuk mencapai kebebasan finansial ala Dave Ramsey yang bisa dijadikan panduan jangka panjang.

1. Menyiapkan dana darurat awal sebagai fondasi keuangan

ilustrasi uang (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Langkah pertama yang ditekankan Dave Ramsey adalah menyiapkan dana darurat awal sebelum memulai pelunasan utang. Dalam konsep aslinya, Ramsey menyarankan dana darurat sebesar 1.000 dolar AS atau setara sekitar Rp16 jutaan. Dana ini bukan bertujuan untuk memberi kenyamanan jangka panjang, melainkan sebagai bantalan agar kondisi keuangan tidak langsung terguncang saat menghadapi pengeluaran tak terduga.

Dalam konteks Indonesia, nominal tersebut bisa disesuaikan dengan kondisi penghasilan dan biaya hidup. Banyak praktisi keuangan menyarankan dana darurat awal di kisaran Rp1 juta hingga Rp2 juta sebagai langkah yang lebih realistis dan mudah dicapai. Meski terlihat sederhana, keberadaan dana ini memiliki dampak psikologis yang besar karena membantu mengurangi kepanikan finansial dan mencegah munculnya utang baru.

2. Melunasi utang konsumtif menggunakan metode debt snowball

ilustrasi utang (freepik.com/rawpixel.com)

Setelah dana darurat awal tersedia, fokus utama berikutnya adalah melunasi seluruh utang konsumtif. Ramsey memperkenalkan metode debt snowball, yaitu strategi melunasi utang dari nominal terkecil terlebih dahulu, tanpa memandang besaran bunganya. Pendekatan ini dirancang untuk membangun motivasi karena progres pelunasan dapat dirasakan lebih cepat.

Dalam praktiknya, seluruh utang disusun dari jumlah paling kecil hingga terbesar. Utang dengan nominal terkecil dilunasi secepat mungkin, sementara utang lainnya tetap dibayar sesuai kewajiban minimum. Ketika satu utang berhasil dilunasi, dana yang sebelumnya digunakan akan digulirkan ke utang berikutnya, sehingga menciptakan efek bola salju yang mempercepat pelunasan secara keseluruhan.

3. Membangun dana darurat penuh untuk perlindungan jangka menengah

ilustrasi uang rupiah (pexels.com/bangunstockproduction)

Setelah seluruh utang konsumtif berhasil dilunasi, langkah selanjutnya adalah membangun dana darurat penuh. Ramsey menyarankan dana darurat sebesar 3–6 bulan pengeluaran rutin untuk menciptakan perlindungan finansial yang lebih kuat. Dana ini berfungsi sebagai jaring pengaman ketika menghadapi risiko besar, seperti kehilangan pekerjaan atau kondisi darurat kesehatan.

Dengan dana darurat penuh, stabilitas keuangan menjadi jauh lebih terjaga. Keputusan finansial tidak lagi diambil dalam kondisi panik atau tertekan oleh keadaan. Tahap ini menjadi fondasi penting sebelum melangkah ke dunia investasi dan perencanaan keuangan jangka panjang yang lebih kompleks.

4. Mengalokasikan 15 persen penghasilan untuk investasi pensiun

ilustrasi uang (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Ramsey menekankan, kebebasan finansial tidak hanya soal terbebas dari utang, tetapi juga kesiapan menghadapi masa depan. Setelah utang terkendali dan dana darurat aman, sekitar 15 persen penghasilan disarankan dialokasikan untuk investasi pensiun. Langkah ini bertujuan membangun keamanan finansial jangka panjang secara konsisten.

Di Indonesia, investasi pensiun dapat dilakukan melalui berbagai instrumen yang legal dan mudah diakses. Pilihannya mencakup reksa dana, obligasi negara, hingga program dana pensiun dari BPJS Ketenagakerjaan. Konsistensi dalam menyisihkan dana setiap bulan menjadi faktor kunci, karena hasil optimal biasanya datang dari proses jangka panjang, bukan keuntungan instan.

5. Menyiapkan dana pendidikan anak secara terencana

ilustrasi dana pendidikan anak (freepik.com/freepik)

Bagi keluarga yang memiliki anak, pendidikan merupakan salah satu kebutuhan finansial terbesar di masa depan. Ramsey menyarankan agar dana pendidikan disiapkan sejak dini tanpa mengandalkan utang pendidikan. Perencanaan yang matang memberi ruang lebih besar untuk mengelola biaya pendidikan secara bertahap dan terukur.

Dana pendidikan bisa disiapkan melalui tabungan khusus maupun instrumen investasi dengan profil risiko rendah hingga menengah. Dengan perencanaan yang tepat, kebutuhan pendidikan dapat terpenuhi tanpa mengganggu stabilitas keuangan keluarga. Strategi ini juga membantu mencegah tekanan finansial besar ketika anak memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

6. Melunasi kredit rumah lebih cepat untuk mengurangi beban bunga

ilustrasi serah terima kunci rumah (freepik.com/freepik)

Setelah investasi pensiun dan dana pendidikan berjalan stabil, fokus berikutnya adalah mempercepat pelunasan kredit rumah. Pelunasan lebih awal dapat mengurangi beban bunga yang harus dibayarkan dalam jangka panjang. Selain itu, langkah ini memberikan rasa aman karena kepemilikan rumah sepenuhnya berada di tangan pemiliknya.

Rumah tanpa cicilan memberikan fleksibilitas yang jauh lebih besar dalam mengatur arus kas bulanan. Dana yang sebelumnya dialokasikan untuk cicilan dapat dialihkan ke investasi atau tujuan keuangan lainnya. Dalam jangka panjang, aset properti yang bebas utang menjadi salah satu penopang utama kekayaan keluarga.

7. Membangun kekayaan berkelanjutan dan mulai memberi

ilustrasi berdonasi (pexels.com/RDNE Stock project)

Tahap terakhir dalam konsep Dave Ramsey adalah membangun kekayaan yang berkelanjutan setelah seluruh fondasi keuangan terbentuk. Pada fase ini, kondisi keuangan relatif stabil karena utang telah lunas, dana darurat aman, dan investasi berjalan konsisten. Fokus tidak lagi sekadar mengumpulkan aset, tetapi menjaga keseimbangan dan keberlanjutan finansial.

Ramsey menekankan kebebasan finansial idealnya diiringi dengan kebiasaan memberi. Memberi kepada keluarga, komunitas, atau kegiatan sosial menjadi bagian dari tujuan keuangan yang lebih besar. Dengan kondisi finansial yang sehat, memberi dapat dilakukan dengan lebih tenang, sadar, dan berdampak positif bagi lingkungan sekitar.

Kebebasan finansial bukan hasil dari satu keputusan besar, melainkan akumulasi langkah-langkah kecil yang dijalani secara konsisten. Melalui 7 langkah untuk mencapai kebebasan finansial ala Dave Ramsey, pengelolaan keuangan dibangun secara bertahap, realistis, dan berkelanjutan. Dengan komitmen dan disiplin, strategi ini dapat membantu menciptakan kehidupan finansial yang lebih stabil dan minim kecemasan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team