Jakarta, IDN Times - Bagi sebagian ibu prasejahtera, mengakses layanan keuangan kerap terasa menakutkan. Tak jarang muncul rasa sungkan, khawatir tidak dipahami atau sistem pinjaman yang mengharuskan adanya jaminan. Namun, pengalaman itu berubah ketika mereka berjumpa dengan account officer (AO) PNM.
Pertemuan pertama sering kali berlangsung sederhana, di teras rumah, di balai warga, atau pun di area perkampungan yang hangat dan penuh kekeluargaan. AO PNM datang dengan bahasa yang sederhana dan kesediaan untuk mendengar kebutuhan mereka. Mendapatkan pembiayaan tanpa agunan dan didampingi untuk tumbuh naik kelas.
