Jakarta, IDN Times - Pasar modal Indonesia mengalami gejolak luar biasa pada akhir Januari 2026. Satu pengumuman dari penyedia indeks saham global bernama Morgan Stanley Capital International (MSCI) membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rontok selama beberapa hari.
MSCI menyampaikan pembekuan sementara indeks saham-saham Indonesia, menyusul kekhawatiran atas isu free float dan aksesibilitas pasar.
Dalam pengumuman yang dirilis 27 Januari 2026 malam waktu GMT, MSCI menyatakan telah menyelesaikan konsultasi terkait penilaian free float saham Indonesia. Kendati terdapat sejumlah perbaikan minor dari BEI, MSCI menilai langkah tersebut belum cukup untuk menjawab kekhawatiran investor global.
Sebagai langkah mitigasi risiko, MSCI menerapkan interim freeze yang berlaku segera. Kebijakan ini mencakup pembekuan seluruh kenaikan bobot saham Indonesia, penghentian penambahan saham baru ke dalam indeks MSCI, serta tidak adanya kenaikan kelas saham Indonesia di seluruh segmen indeks.
"Langkah ini diambil untuk membatasi risiko turnover indeks dan menjaga aspek investability," tulis MSCI.
MSCI juga membuka kemungkinan langkah lanjutan yang lebih ekstrem apabila tidak ada perbaikan signifikan dalam aspek transparansi dan akses pasar. Opsi tersebut mencakup pengurangan bobot Indonesia di MSCI Emerging Markets hingga potensi reklasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market.
