ilustrasi saham (pexels.com/Hanna Pad)
Iceberg order dapat dikenali dari kemunculan limit order berulang dengan ukuran yang relatif sama dari market maker atau pihak yang sama. Sebagai ilustrasi, order pembelian satu juta saham dapat dipecah menjadi sepuluh order, masing-masing sebanyak 100 ribu saham, yang masuk ke pasar secara bertahap.
Trader yang mencermati pergerakan ini biasanya memperhatikan pengisian order yang terjadi terus-menerus di level harga tertentu. Pola tersebut sering diartikan sebagai adanya minat beli atau jual besar yang disamarkan.
Dalam kondisi tertentu, sebagian trader memanfaatkan keberadaan iceberg order sebagai acuan support dan resistance. Misalnya, ketika terlihat tekanan jual yang konsisten dari serangkaian limit sell order dengan ukuran serupa, hal itu dapat dibaca sebagai sinyal adanya tekanan jual besar di balik layar.
Secara mekanisme, bursa mengeksekusi order berdasarkan urutan masuk. Pada iceberg order, bagian yang terlihat akan dieksekusi lebih dahulu. Sementara itu, bagian tersembunyi baru akan diproses setelah muncul di order book. Order milik trader lain yang berada di antrean serupa akan dieksekusi setelah bagian terlihat dari iceberg order tersebut.