Jakarta, IDN Times – Tingkat literasi dan edukasi masyarakat terkait asuransi properti di Indonesia dinilai masih rendah. Hal ini berdampak pada minimnya kesadaran masyarakat untuk melindungi aset properti mereka dari berbagai risiko.
Pengamat asuransi, Irvan Rahardjo mengatakan, rendahnya minat masyarakat terhadap asuransi properti bukan tanpa alasan. Menurutnya, faktor utama berasal dari kurangnya pemahaman.
"Ketidaktahuan itu sering disebut edukasi dan literasi. Terbukti pengeluaran masyarakat untuk rokok cukup tinggi yang harganya lebih tinggi dari premi asuransi," ujar Irvan dikutip Kamis (29/4/2026).
Dia juga menyoroti mahalnya harga rumah yang menjadi kendala tambahan. Namun, Irvan menilai solusi tetap bisa dihadirkan melalui kebijakan pemerintah.
"Pemerintah harus makin gencar soal edukasi dan literasi. Apalagi saat ini asuransi wajib seperti yang diatur dalam UU P2SK," kata Irvan.
