Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Moody’s Pangkas Outlook 5 Bank Besar RI, Begini Respons Airlangga
Kantor pusat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) di Jakarta. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Intinya sih...

  • Moody’s pangkas prosespek BCA hingga BTN karena kurangnya efektivitas komunikasi kebijakan selama setahun terakhir.

  • Peringkat kredit BCA, BRI, Mandiri, BNI, dan BTN berpotensi turun jika peringkat kredit pemerintah Indonesia juga turun.

  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian meminta BCA dan Himbara memberikan penjelasan kepada Moody’s terkait pemangkasan prospek bank-bank besar tersebut.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Setelah Moody’s Ratings mengubah prospek utang Pemerintah Indonesia menjadi negatif dari sebelumnya stabil, kini giliran prospek lima bank besar yang turut diubah.

Dikutip dari situs resmi Moody’s, Minggu (8/2/2026), prospek lima bank besar, yakni PT Bank Central Asia Tbk atau BCA, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN juga berubah dari stabil menjadi negatif.

“Tindakan pemeringkatan hari ini terutama mencerminkan prospek negatif pada peringkat kedaulatan Indonesia Baa2, yang mencerminkan peningkatan risiko terhadap kredibilitas kebijakan Indonesia,” tulis Moody’s.

1. Alasan Moody’s pangkas prosespek BCA hingga BTN

Menara BCA. (dok. BCA)

Moody’s membeberkan, pemangkasan itu dilakukan melihat komunikasi kebijakan yang kurang efektif selama setahun terakhir.

“Jika berlanjut, tren ini dapat mengikis kredibilitas kebijakan Indonesia yang telah lama mapan, yang telah mendukung pertumbuhan ekonomi yang solid dan stabilitas makroekonomi, fiskal, dan keuangan,” tulis Moody’s.

2. Peringkat kredit BCA dan Himbara berpotensi turun

Kantor pusat PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI. (dok. BNI)

Moody’s sendiri masih mempertahankan peringkat kredit pemerintah, yakni Baa2. Hal itu mempertimbangkan ketahanan ekonomi nasional, yang didukung oleh faktor struktural seperti basis sumber daya alam yang kuat dan demografi yang solid, sehingga menopang pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) yang stabil dan kuat. Namun, jika peringkat kredit pemerintah Indonesia turun, maka peringkat kredit BCA, BRI, Mandiri, BNI, dan BTN juga berpotensi turun.

Lembaga itu menuliskan, untuk Bank Mandiri, BRI, dan Bank Central Asia, penurunan peringkat sovereign juga akan diikuti oleh penurunan Baseline Credit Assessment (BCA) dan Adjusted BCA yang bergerak sejalan dengan peringkat pemerintah. Adapun penurunan peringkat BNI dan BTN terutama didorong oleh berkurangnya faktor dukungan pemerintah (public support uplift).

Tak lupa juga dengan Counterparty Risk Rating (CRR) dan Counterparty Risk Assessment (CRA) milik Mandiri, BRI, BCA, dan BTN juga akan ikut diturunkan apabila peringkat kredit pemerintah Indonesia mengalami penurunan.

3. BCA dan Himbara diminta beri penjelasan ke Moody’s

Gedung Bank Mandiri. (dok. Bank Mandiri)

Melihat perubahan prospek itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto meminta agar kelima bank itu memberikan penjelasan kepada Moody’s.

“Ya, kalau itu nanti perlu penjelasan dari masing-masing perbankan kepada Moody’s,” ucap Airlangga dilansir ANTARA.

Airlangga mengatakan, Moody’s perlu menerima penjelasan dari pihak-pihak yang diberi peringkat. Namun, menurut, dia Indonesia masih mempertahankan investment grade Moody’s.

“Tentu kalau korporat kan masing-masing korporat yang merespons. Kalau dari segi nasional, tetap Indonesia dalam investment grade bagi Moody’s,” tutur dia.

Editorial Team