Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pegadaian dan SMBC Indonesia Perkuat Pembiayaan Berkelanjutan
PT Pegadaian dan PT Bank SMBC Indonesia Tbk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan Sustainable Financing Framework 2026 sebagai bagian dari integrasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam strategi bisnis perusahaan. Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman dalam Forum Indonesia-Japan Strategic Partnership pada Maret 2026 lalu. (dok. Istana Presiden)
  • Pegadaian dan SMBC Indonesia memperkuat kolaborasi lewat pengembangan Sustainable Financing Framework 2026 untuk mengintegrasikan prinsip ESG dalam strategi bisnis secara lebih luas dan terukur.
  • Framework baru ini mencakup aspek sosial, lingkungan hijau, serta kesetaraan gender dan inklusi sosial, sebagai langkah strategis Pegadaian menuju lembaga keuangan yang inklusif dan berkelanjutan.
  • Sustainable Financing Framework 2026 disusun sesuai standar internasional seperti ICMA, LMA, dan IIX, serta mendapat Second Party Opinion dari Environmental Resource Management terkait keselarasan prinsip keberlanjutan global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    PT Pegadaian dan PT Bank SMBC Indonesia Tbk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan Sustainable Financing Framework 2026 untuk mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam strategi bisnis.
  • Who?
    Kolaborasi dilakukan oleh PT Pegadaian dan PT Bank SMBC Indonesia Tbk, dengan pernyataan dari Ferdian Timur Satyagraha serta Nathan Christanto sebagai perwakilan masing-masing institusi.
  • Where?
    Kegiatan penguatan kerja sama ini berlangsung di Jakarta, dalam konteks hubungan strategis antara Indonesia dan Jepang.
  • When?
    Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman yang ditandatangani pada Forum Indonesia-Japan Strategic Partnership bulan Maret 2026.
  • Why?
    Penyempurnaan framework dilakukan untuk memperluas cakupan pembiayaan berkelanjutan mencakup aspek sosial, lingkungan, serta kesetaraan gender dan inklusi sosial sesuai standar internasional.
  • How?
    Sustainable Financing Framework 2026 disusun berdasarkan prinsip Social, Green, dan Orange Bond serta Loan Principles dengan Second Party Opinion dari Environmental Resource Management untuk memastikan keselarasan global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - PT Pegadaian dan PT Bank SMBC Indonesia Tbk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan Sustainable Financing Framework 2026 sebagai bagian dari integrasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam strategi bisnis perusahaan.

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman dalam Forum Indonesia-Japan Strategic Partnership pada Maret 2026 lalu.

Melalui kolaborasi tersebut, Pegadaian dan SMBC Indonesia menyempurnakan Social Financing Framework 2024 menjadi Sustainable Financing Framework 2026 dengan cakupan yang lebih luas.

1. Pegadaian perluas fokus pembiayaan berkelanjutan

ilustrasi layanan Pegadaian (dok. Pegadaian)

Sustainable Financing Framework 2026 tidak hanya mencakup aspek sosial, tetapi juga aspek hijau atau lingkungan serta aspek oranye yang berfokus pada kesetaraan gender dan inklusi sosial.

Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis PT Pegadaian, Ferdian Timur Satyagraha, mengatakan penyempurnaan framework ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam memperkuat peran sebagai institusi keuangan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Kerja sama ini merupakan langkah strategis Pegadaian dalam memperkuat peran sebagai lembaga keuangan yang inklusif sekaligus berorientasi pada keberlanjutan. Penyempurnaan Sustainable Financing Framework 2026 menjadi tonggak penting dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan ke dalam strategi bisnis secara lebih komprehensif dan terukur. Kami mengapresiasi dukungan serta kolaborasi erat dari SMBC Indonesia dalam proses pengembangan framework ini,” ujar Ferdian.

Pegadaian menyebut framework tersebut menjadi bagian dari transformasi perusahaan dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan.

2. SMBC Indonesia dukung akses pembiayaan berkelanjutan

Bank SMBC Indonesia Resmikan Kantor Cabang Medan (Dok. IDN Times)

Head of Wholesale, Commercial & Transaction Banking SMBC Indonesia, Nathan Christanto, mengatakan kolaborasi ini menunjukkan dukungan perusahaan terhadap pengembangan pembiayaan berkelanjutan di Indonesia.

“Melalui penyempurnaan Sustainable Financing Framework 2026 milik Pegadaian ini, kami berharap menjadi bukti dukungan SMBC Indonesia untuk Pegadaian dan Republik Indonesia dalam memperluas akses pembiayaan berkelanjutan sekaligus memperkuat dampak positif terhadap masyarakat dan lingkungan. Hal ini selaras dalam komitmen kami untuk terus mendukung Astacita dan agenda pembangunan Bapak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, khususnya dalam perluasan akses keuangan yang berkelanjutan dan penguatan ekosistem industri keuangan nasional,” kata Nathan.

SMBC Indonesia juga disebut berperan dalam memastikan framework pembiayaan tersebut sesuai standar global dan mampu memberikan dampak sosial serta lingkungan yang terukur.

3. Framework disusun sesuai standar internasional

Gedung Pegadaian (Dok. Pegadaian)

Sustainable Financing Framework 2026 disusun dengan mengacu pada berbagai prinsip keberlanjutan internasional dan regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Framework tersebut mengadopsi Social dan Green Bond Principles dari International Capital Market Association (ICMA), Social dan Green Loan Principles dari Loan Market Association (LMA), serta Orange Bond Principles dari Impact Investment Exchange (IIX).

Dalam proses penyusunannya, framework ini juga memperoleh Second Party Opinion (SPO) dari Environmental Resource Management yang menyatakan keselarasannya dengan prinsip-prinsip keberlanjutan global.

Ke depan, Pegadaian dan SMBC Indonesia menyatakan akan terus menjajaki peluang kerja sama lain di bidang sustainable finance, termasuk pembiayaan Orange Loan, pengembangan ekosistem emas, dan peningkatan inklusi keuangan masyarakat Indonesia. (WEB)

Editorial Team