Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Asuransi Kendaraan Listrik Tumbuh 5 Kali Lipat di 2026
Ilustrasi Mobil Listrik (https://pixabay.com/id/illustrations/kecerdasan-buatan-keganjilan-7768524/)
  • ZenInsure melaporkan pertumbuhan asuransi kendaraan listrik naik lima kali lipat pada kuartal I-2026, melampaui laju penjualan mobil listrik yang hanya tumbuh dua kali lipat.
  • Konsumen kendaraan listrik dinilai lebih sadar pentingnya perlindungan asuransi, membuat perusahaan penyedia layanan EV seperti Zurich Indonesia menikmati lonjakan permintaan hingga 50 persen.
  • Perusahaan asuransi terus memperdalam pemahaman tentang karakteristik EV dan gencar melakukan edukasi agar premi, layanan, serta klaim bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengguna kendaraan listrik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - ZenInsure, marketplace asuransi digital melaporkan pertumbuhan penjualan asuransi kendaraan listrik atau electric vehile (EV) mencapai lima kali lipat pada kuartal I-2026. Country Head ZenInsure Indonesia, I Ketut Adi Putra mengatakan pertumbuhan penjualan asuransi EV melampaui pertumbuhan penjualan mobil listrik pada kuartal I-2026.

“Tren yang kami berhasil gali dari data internal, bahwa memang growth EV itu kencang banget. Dan yang menarik adalah tadi growth (penjualan) EV 2 kali lipat ya (berdasarkan data Gaikindo). Tapi kalau growth asuransi EV itu 5 kali lipat,” ucap Adi, dikutip Jumat, (8/5/2026).

1. Konsumen kendaraan listrik punya kesadaran tinggi pada asuransi

Country Head ZenInsure Indonesia, I Ketut Adi Putra. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Adi mengatakan, pertumbuhan itu didorong oleh karakteristik pengguna EV, yang dinilai memiliki kesadaran yang lebih tinggi terhadap kepentingan asuransi.

“Jadi memang mungkin consumer EV, itu lebih mungkin lebih sadar, lebih aware sama kebutuhan asuransi, dan mungkin karena EV lebih disayang juga, mungkin. Jadi akhirnya lebih cenderung untuk membeli asuransi,” ucap Adi.

2. Perusahaan penyedia asuransi EV bagai mendapat ‘durian runtuh’

ilustrasi mobil listrik (pexels.com/Philippe WEICKMANN)

Menurut Adi, tingginya kesadaran itu memberikan dampak positif pada perusahaan-perusahaan asuransi yang berani terjun ke industri EV.

“Jadi hanya ada waktu itu saya ingat, di awal-awal cuma ada tiga asuransi yang bisa cover EV. Dan akhirnya perusahaan-perusahaan asuransi yang bisa cover EV ini menikmati benefit dari booming-nya industri EV. Dan kita lihat bahwa di data kita aja tumbuhnya lima kali lipat untuk asuransi EV,” ucap dia.

Kondisi serupa juga dialami oleh Zurich Indonesia, perusahaan asuransi internasional yang menyediakan layanan asuransi umum, asuransi jiwa, dan syariah.

Senior Executive Vice President Zurich Indonesia, Sukma Darman mengatakan pertumbuhan asuransi EV Zurich Indonesia mencapai 50 persen.

“EV juga makin ke sini harganya makin terjangkau. Menurut kami consumer akan lebih bergeser EV, itu prediksinya kami. Di Zurich sendiri buku EV itu meningkat sekitar 50 persen,” ujar Sukma.

3. Perusahaan asuransi gencar edukasi

ilustrasi mobil listrik (pexels.com/HRK Gallery)

Sukma mengatakan, saat ini perusahaan asuransi yang menyediakan asuransi EV juga masih dalam proses pembelajaran terkait karakteristik EV itu sendiri. Hal itu dilakukan untuk bisa menyediakan premi, layanan, dan klaim yang terbaik. Selain itu, pengguna EV juga diberikan edukasi terkait perbedaan cara penggunaan dan juga perawatannya dengan kendaraan konvensional.

“Ke depan itu akan banyak dari sisi inisiatif Zurich itu soal edukasi juga. Kita kan bekerja sama bareng sama branding, jangan jual doang, harus diedukasi, karena itu terkait. Kalau sekadar uang kan bisa dicari kan. Tapi kalau keselamatan kalau cara nge-rem-nya salah, atau cara ngebut-nya salah, itu berdampak banyak,” tutur Sukma.

Dia mengatakan, Zurich telah melakukan eksperimen yang menghasilkan standar produk asuransi EV, yang akan bermanfaat bagi keberlangsungan produk tersebut.

“Pada hari ini ya kami sudah punya standar produk EV. Cuma ke depannya itu kami sudah ready. Zurich sendiri mungkin nantilah naik sesi kita akan launch apa sih unique propositionnya EV itu kan,” ucap Sukma.

4. Premi asuransi umum naik 2,7 persen

ilustrasi asuransi mobil (dok. Istimewa)

Kembali ke Adi, dia juga menyampaikan kondisi terkini asuransi umum di Indonesia. Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), total premi asuransi umum tercatat sekitar Rp120 triliun sepanjang 2025, naik 2,7 persen secara year on year (yoy).

Akan tetapi, tingkat penetrasi yang masih berada di kisaran 0,5 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) menunjukkan adopsi asuransi belum sepenuhnya optimal.

Di tengah kondisi tersebut, konsumen semakin selektif dalam memilih produk asuransi. ZenInsure melihat pergeseran itu sebagai tanda pasar bergerak ke arah yang lebih matang, sekaligus menuntut transparansi yang lebih tinggi dari pelaku industri.

Berdasarkan data dari puluhan ribu pengguna, ZenInsure mengungkapkan konsumen mempertimbangkan beberapa opsi sebelum membeli asuransi.

Rata-rata pengguna membandingkan hingga tiga penawaran polis, dan 4 dari 5 pengguna mengevaluasi lebih dari satu penawaran sebelum mengambil keputusan.

Konsumen juga semakin memperhatikan hal-hal praktis, seperti jaringan bengkel atau rumah sakit mitra, metode pembayaran, kecepatan penerbitan polis, serta kemudahan dalam pengajuan klaim.

“Sejak awal, kami melihat bahwa yang dibutuhkan pengguna bukan hanya banyaknya pilihan, tapi juga kemudahan dalam memahami informasi dan kepastian saat klaim,” tutur Adi.

Oleh sebab itu, ZenInsure dibangun sebagai marketplace yang tidak hanya membantu membandingkan produk, tapi juga mendampingi pengguna, termasuk melalui layanan Claim Support khusus.

“Hal ini mendorong pertumbuhan bisnis ZenInsure lebih dari 3 kali lipat di kuartal I-2026 dibanding tahun sebelumnya,” ujar Adi.

Editorial Team