ilustrasi logo apple (pixabay.com/Matias Cruz)
Apple sering menjadi pilihan pertama karena bisnisnya sederhana dan produknya digunakan luas. Pendapatan berasal dari perangkat keras, layanan, dan langganan, sehingga tidak bergantung pada satu produk saja. Cadangan kas besar dan basis pelanggan loyal menambah lapisan keamanan bagi investor pemula.
Microsoft memberi eksposur ke perangkat lunak, layanan cloud, dan solusi korporasi dalam satu saham. Model langganan menghasilkan arus kas yang relatif stabil di berbagai kondisi ekonomi. Diversifikasi pelanggan membuat Microsoft kerap dianggap sebagai saham teknologi dengan risiko lebih rendah.
Dukungan tren: Pertumbuhan jangka panjang di layanan cloud dan software enterprise.
Johnson & Johnson dikenal sebagai saham defensif yang cocok bagi pemula yang mengutamakan stabilitas. Portofolionya mencakup farmasi, alat kesehatan, dan produk medis, sehingga risiko tersebar di beberapa lini bisnis. Riwayat dividen yang panjang juga menarik bagi investor konservatif.
P&G menjual kebutuhan sehari-hari seperti produk kebersihan dan perawatan diri. Karena barang-barang ini tetap dibeli dalam kondisi ekonomi apa pun, pendapatannya cenderung konsisten. Karakter ini membuat saham P&G lebih mudah dipegang saat pasar berfluktuasi.
Dukungan tren: Permintaan berkelanjutan untuk produk kebutuhan pokok.
Coca-Cola kerap dipilih investor pemula karena model bisnisnya sederhana dan dapat diprediksi. Jaringan distribusi global dan loyalitas merek menghasilkan pendapatan yang stabil. Meski pertumbuhannya moderat, konsistensi menjadi nilai utama bagi investor pertama kali.
Dukungan tren: Konsumsi minuman global yang tetap kuat dari waktu ke waktu.
Walmart memberikan eksposur ke ritel, bahan pangan, dan kebutuhan harian. Skala besar dan fokus pada harga terjangkau membuat permintaannya relatif tahan banting saat daya beli melemah. Saham ini juga membantu pemula memahami hubungan antara kondisi ekonomi dan belanja konsumen.
Dukungan tren: Permintaan stabil untuk kebutuhan pokok.