Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rupiah Dibuka Menguat ke Rp16.276 per Dolar AS
Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (ANTARA FOTO/ Sigid Kurniawan)

Kondisi ini memperkuat kekhawatiran pelaku pasar terhadap prospek ekonomi AS ke depan, dan membuka kemungkinan pemangkasan suku bunga acuan oleh Federal Reserve dalam waktu dekat.

Di sisi lain, data ketenagakerjaan juga memberikan tekanan tambahan terhadap dolar AS.

"Data Non-Farm Payrolls (NFP) versi Automatic Data Processing (ADP) untuk bulan Mei mencatat penambahan lapangan kerja sebesar 37.000, jauh di bawah ekspektasi pasar yang berada di angka 111.000," ungkap Ariston.

Lemahnya data ekonomi ini mendorong pelemahan dolar AS dan membuka peluang penguatan rupiah terhadap greenback.

"Hari ini, rupiah diperkirakan bergerak menguat menuju kisaran Rp16.200 per dolar AS, dengan level resistance berada di area Rp16.300," ungkapnya.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar rupiah pada awal perdagangan Kamis (5/6/2025) bergerak menguat. 

Bila mengacu data Bloomberg, rupiah menguat ke Rp16.276 per dolar AS atau 19 poin dan 0,12 persen dibandingkan penutupan kemarin.

1. Mayoritas mata uang di Asia menguat

Pergerakan mata uang di berbagai kawasan Asia bergerak menguat, dengan rincian:

  1. Bath Thailand menguat 0,20 persen

  2. Ringgit Malaysia menguat 0,16 persen

  3. Yuan China menguat 0,04 persen

  4. Peso Filipina menguat 0,29 persen

  5. Dolar Taiwan menguat 0,31 persen

  6. Won Korea menguat 0,43 persen

2. Data PMI manufaktur AS melemah

Analis Pasar Uang, Ariston Tjendra mengatakan sinyal perlambatan ekonomi Amerika Serikat kembali muncul setelah data PMI sektor jasa bulan Mei versi Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan kontraksi pertama dalam 11 bulan terakhir.

"Data PMI sektor jasa AS bulan Mei versi ISM menunjukkan kontraksi yang pertama dalam 11 bulan. Dampak negatif kebijakan tarif Trump sudah terasa di sektor jasa yang biasanya lebih solid dibandingkan sektor manufaktur," jelasnya kepada IDN Times, Kamis (5/6/2025).

3. Rupiah berpotensi menguat hari ini

Editorial Team