Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Strategi Investasi 2026: Pelajaran Pasar AS untuk Investor
ilustrasi 2026 (unsplash.com/BoliviaInteligente)

Intinya sih...

  • Reli pasar 2025 tidak menghilangkan risiko perubahan arah secara tiba-tiba.

  • Resolusi investasi menekankan disiplin analisis dan pemahaman fundamental.

  • Investor profesional menilai konsistensi dan diversifikasi strategi tetap krusial pada 2026.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Pasar saham Amerika Serikat menutup 2025 dengan kinerja yang kuat, didorong reli saham teknologi dan antusiasme terhadap kecerdasan buatan. Kondisi tersebut membuat aktivitas investasi terlihat relatif mudah sepanjang tahun, meski dinamika pasar tetap menyimpan risiko perubahan arah secara tiba-tiba.

Di tengah optimisme itu, sejumlah analis mengingatkan pasar tidak pernah bergerak dalam satu garis lurus. Perubahan kecil, seperti perlambatan kinerja perusahaan besar atau arah kebijakan bank sentral yang berbeda dari ekspektasi, dapat dengan cepat mengubah sentimen. Dari konteks inilah muncul berbagai resolusi investasi yang dinilai relevan untuk menghadapi 2026, termasuk bagi investor ritel di luar AS yang ikut terpapar pasar global, termasuk Indonesia.

1. Risiko pasar tetap mengintai di balik reli saham

ilustrasi saham (unsplash.com/Anne Nygård)

Kondisi pasar yang tampak kondusif sepanjang 2025 tidak menjamin situasi serupa akan berlanjut. Salah satu contoh yang disorot adalah kemungkinan perubahan kinerja emiten teknologi besar seperti Nvidia. Jika laju pertumbuhan utama melambat atau manajemen menyampaikan panduan yang lebih berhati-hati, sentimen pasar bisa berubah signifikan.

Selain itu, ketidakpastian arah kebijakan moneter juga menjadi perhatian. Jika ketua baru Federal Reserve (The Fed) pada 2026 ternyata tidak sejalan dengan ekspektasi pasar yang mengharapkan kebijakan longgar, narasi bullish di pasar saham dapat tertekan. Situasi ini memperkuat pandangan investor perlu terus meningkatkan disiplin dan pendekatan dalam mengelola portofolio.

Dalam konteks ini, pasar global, termasuk yang diakses investor Indonesia melalui saham AS, ETF global, atau reksa dana berbasis luar negeri tetap rentan terhadap perubahan sentimen dan kebijakan ekonomi Amerika Serikat (AS).

2. Sepuluh resolusi investasi menuju 2026

ilustrasi 2026 (unsplash.com/BoliviaInteligente)

Sejumlah resolusi investasi disusun sebagai panduan untuk menghadapi dinamika pasar ke depan. Resolusi-resolusi ini menekankan disiplin analisis, pemahaman fundamental, serta pengawasan terhadap perusahaan besar yang memiliki pengaruh signifikan terhadap pasar global.

  1. Mengurangi kepercayaan berlebihan pada narasi manajemen dalam paparan kinerja dan earnings call, serta tidak langsung menerima penjelasan eksekutif sebagai gambaran utuh kondisi perusahaan.

  2. Memahami secara lebih mendalam struktur dan motif kompensasi eksekutif, termasuk bagaimana insentif tersebut dapat memengaruhi pengambilan keputusan manajemen.

  3. Memberi bobot lebih besar pada laporan keuangan berbasis GAAP dibandingkan non-GAAP untuk mendapatkan gambaran kinerja yang lebih konservatif dan terukur.

  4. Menyusun penilaian investasi yang lebih ketat terhadap perusahaan yang mulai mencatatkan peningkatan profit nyata dari penerapan teknologi AI.

  5. Mengidentifikasi lima perusahaan yang dinilai berpotensi menjadi target aksi investor aktivis karena valuasi, struktur bisnis, atau kinerja yang dinilai belum optimal.

  6. Melihat langsung pembangunan pusat data AI, guna memahami skala investasi, kompleksitas infrastruktur, dan implikasi belanja modal di sektor tersebut.

  7. Memantau belanja modal (capital expenditures) di 15 perusahaan teknologi terbesar sebagai indikator arah pertumbuhan dan tekanan terhadap arus kas.

  8. Menyaring 10 saham termurah di luar kelompok Magnificent Seven dalam indeks S&P 500 untuk mencari peluang di luar saham berkapitalisasi raksasa.

  9. Meningkatkan kemampuan membaca lima pola teknikal utama guna memperkuat pengambilan keputusan masuk dan keluar pasar.

  10. Menemukan satu perusahaan berkapitalisasi kecil yang menunjukkan inovasi signifikan atau potensi pertumbuhan jangka panjang yang belum banyak diperhatikan pasar.

Resolusi ini dinilai relevan pula bagi investor Indonesia yang mengikuti pasar global, karena banyak saham dan indeks lokal kini semakin dipengaruhi pergerakan sektor teknologi dan aliran modal internasional.

3. Pandangan profesional soal strategi investasi

ilustrasi investasi (Unsplash/Mathieu Stern)

Selain resolusi pribadi, sejumlah profesional investasi juga membagikan pandangan mereka terkait strategi menghadapi 2026. Chief Investment Strategist CFRA, Sam Stovall menekankan pentingnya mengikuti aturan investasi yang sudah teruji.

“Saya sangat patuh pada aturan. Meskipun sejarah adalah panduan yang baik, itu bukan kebenaran mutlak. Salah satu aturan yang saya ikuti adalah jika tahun lalu pasar naik, biarkan saham pemenang terus berjalan. Jika tahun lalu pasar turun, miliki tiga sektor dengan kinerja terburuk,” ujar Stovall, dilansir Yahoo Finance.

Ia menambahkan, pendekatan tersebut secara historis mampu mengungguli pasar dalam sebagian besar periode, meski tidak menjamin hasil.

Pendiri Annandale Capital, George Seay menyoroti pentingnya konsistensi. “Jangan mencoba menebak waktu pasar. Tetap berada di dalamnya dan nikmati selama berlangsung,” ujar Seay.

Sementara itu, Chairman Great Hill Capital, Thomas Hayes menilai pendekatan investasi 2025 masih relevan untuk 2026.

“Saya pikir kita akan terus melakukan apa yang kita lakukan di 2025 karena itu berhasil,” ujar Hayes.

Hayes juga menilai indeks berbobot sama (equal weight) berpotensi mengungguli indeks berbasis kapitalisasi pasar. “Saya pikir orang-orang yang hanya bertahan di indeks berbobot kapitalisasi seperti S&P 500 akan kurang puas dengan imbal hasil mereka di 2026,” ucapnya.

Dengan ketidakpastian pasar yang tetap melekat, berbagai resolusi dan pandangan investor profesional menunjukkan pendekatan disiplin dan adaptif menjadi faktor penting dalam menghadapi dinamika investasi global pada 2026.

FAQ seputar strategi investasi

Mengapa pasar saham 2025 dinilai berisiko meski sedang naik?

Karena perubahan kinerja perusahaan besar atau kebijakan bank sentral dapat dengan cepat mengubah arah pasar.

Apa fokus utama resolusi investasi menuju 2026?

Disiplin analisis fundamental, pemantauan perusahaan teknologi besar, dan diversifikasi strategi.

Apakah strategi ini relevan bagi investor Indonesia?

Ya, karena pasar keuangan Indonesia semakin terhubung dengan pergerakan pasar global, khususnya AS.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team