ilustrasi investasi (Unsplash/Mathieu Stern)
Selain resolusi pribadi, sejumlah profesional investasi juga membagikan pandangan mereka terkait strategi menghadapi 2026. Chief Investment Strategist CFRA, Sam Stovall menekankan pentingnya mengikuti aturan investasi yang sudah teruji.
“Saya sangat patuh pada aturan. Meskipun sejarah adalah panduan yang baik, itu bukan kebenaran mutlak. Salah satu aturan yang saya ikuti adalah jika tahun lalu pasar naik, biarkan saham pemenang terus berjalan. Jika tahun lalu pasar turun, miliki tiga sektor dengan kinerja terburuk,” ujar Stovall, dilansir Yahoo Finance.
Ia menambahkan, pendekatan tersebut secara historis mampu mengungguli pasar dalam sebagian besar periode, meski tidak menjamin hasil.
Pendiri Annandale Capital, George Seay menyoroti pentingnya konsistensi. “Jangan mencoba menebak waktu pasar. Tetap berada di dalamnya dan nikmati selama berlangsung,” ujar Seay.
Sementara itu, Chairman Great Hill Capital, Thomas Hayes menilai pendekatan investasi 2025 masih relevan untuk 2026.
“Saya pikir kita akan terus melakukan apa yang kita lakukan di 2025 karena itu berhasil,” ujar Hayes.
Hayes juga menilai indeks berbobot sama (equal weight) berpotensi mengungguli indeks berbasis kapitalisasi pasar. “Saya pikir orang-orang yang hanya bertahan di indeks berbobot kapitalisasi seperti S&P 500 akan kurang puas dengan imbal hasil mereka di 2026,” ucapnya.
Dengan ketidakpastian pasar yang tetap melekat, berbagai resolusi dan pandangan investor profesional menunjukkan pendekatan disiplin dan adaptif menjadi faktor penting dalam menghadapi dinamika investasi global pada 2026.
Mengapa pasar saham 2025 dinilai berisiko meski sedang naik? | Karena perubahan kinerja perusahaan besar atau kebijakan bank sentral dapat dengan cepat mengubah arah pasar. |
Apa fokus utama resolusi investasi menuju 2026? | Disiplin analisis fundamental, pemantauan perusahaan teknologi besar, dan diversifikasi strategi. |
Apakah strategi ini relevan bagi investor Indonesia? | Ya, karena pasar keuangan Indonesia semakin terhubung dengan pergerakan pasar global, khususnya AS. |