ilustrasi pegal-pegal (freepik.com/jcomp)
Jam kerja yang lebih panjang berarti kamu duduk dalam posisi yang sama untuk waktu yang lama, yang menyebabkan ketegangan otot dan nyeri. Jika kamu sudah mengalami nyeri kronis, stres dapat memperburuknya dan sebaliknya.
Ditambah lagi, perasaan stres menyebabkan pelepasan hormon yang disebut kortisol. Terlalu banyak hormon stres ini dapat meningkatkan risiko stroke, penyakit jantung, sakit kepala, dan nyeri otot, serta masalah kesehatan lainnya.
Jika kamu mengalami stres kronis, strategi yang bagus adalah berbicara dengan terapis. Jika kamu tidak dapat menemukan solusi, terkadang pihak lain yang lebih jauh dari situasi tersebut dapat memberikan solusi.
Apa saja tanda orang bekerja terlalu keras? | Tanda umum bekerja terlalu keras termasuk mudah lelah, sulit tidur, sering sakit, kehilangan minat pada hal lain, dan terus merasa kewalahan. |
Bagaimana membedakan bekerja keras dengan stres kerja? | Bekerja keras bisa mengarah ke stres kerja jika tekanan kerja terus meningkat tanpa waktu istirahat yang cukup, serta mempengaruhi suasana hati dan kesehatan. |
Apakah tanda pekerjaan terlalu berat bisa memengaruhi kesehatan? | Ya, bekerja terlalu keras dalam jangka panjang dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti gangguan tidur, kelelahan kronis, dan burnout. |
Apa tanda awal burnout akibat kerja terlalu keras? | Tanda awal burnout antara lain rasa lelah berkepanjangan, kurang motivasi, dan menurunnya performa kerja. |
Bagaimana cara mengatasi efek bekerja terlalu keras? | Cara mengatasi termasuk mengatur waktu istirahat, menetapkan batas kerja, berolahraga, dan mencari dukungan sosial atau profesional. |