Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kesepakatan (freepik.com/rawpixel.com)
Kesepakatan (freepik.com/rawpixel.com)

Intinya sih...

  • Komunikasi terbuka dengan keluarga

  • Memahami hukum dasar warisan

  • Menggunakan kesepakatan secara tertulis

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Warisan seringkali menjadi sumber kebahagiaan sekaligus persoalan. Di satu sisi, ia adalah bentuk kasih sayang terakhir yang ditinggalkan orang tua atau keluarga kepada anak-anaknya. Namun di sisi lain, warisan bisa berubah jadi sumber konflik jika pembagiannya tidak jelas atau jika para pewaris merasa tidak mendapatkan hak yang adil.

Sengketa warisan ini bisa merusak hubungan keluarga yang sudah dibangun sejak lama. Untuk itu, pewaris perlu memiliki pemahaman dan langkah bijak agar tidak terjebak dalam perpecahan. Nah, kira-kira bagaimana caranya? Scroll yuk!

1. Komunikasi secara terbuka dengan keluarga

Diskusi (freepik.com/freepik)

Sengketa warisan muncul bukan karena jumlah harta, melainkan karena miskomunikasi. Pewaris yang diam atau merasa sungkan untuk berbicara justru berpotensi menumpuk masalah. Membicarakan harta warisan memang sensitif, tetapi keterbukaan bisa mencegah salah paham sejak awal.

Diskusi bersama keluarga dapat membantu menyamakan persepsi. Meski tidak selalu semua orang setuju, setidaknya ada ruang untuk mendengar dan menyampaikan pendapat. Komunikasi yang baik akan menciptakan rasa saling menghargai dan memperkecil potensi konflik.

2. Memahami hukum dasar warisan

Membaca Buku (freepik.com/freepik)

Setiap negara memiliki aturan hukum warisan yang berbeda, termasuk Indonesia yang mengenal hukum adat, hukum perdata, dan hukum Islam. Pewaris yang memahami dasar hukum ini akan lebih mudah mengerti hak dan kewajibannya. Dengan mengetahui porsi masing-masing, kesalahpahaman bisa diminimalisir sejak awal.

Selain itu, memahami hukum warisan membuat pewaris tidak mudah dipengaruhi pihak luar yang bisa saja mengambil keuntungan. Dengan bekal pengetahuan hukum, pewaris juga bisa memastikan pembagian dilakukan sesuai ketentuan sehingga lebih adil dan transparan.

3. Menggunakan kesepakatan secara tertulis

Kesepakatan (freepik.com/rawpixel.com)

Lisan sering menimbulkan salah paham, apalagi jika diingat berbeda oleh tiap orang. Untuk itu, penting bagi pewaris membuat kesepakatan secara tertulis. Dokumen ini bisa berupa perjanjian pembagian warisan yang ditandatangani bersama dengan saksi atau notaris.

Dengan adanya bukti tertulis, semua pihak memiliki pegangan yang jelas. Hal ini akan meminimalisir potensi sengketa di kemudian hari, sekaligus memberi rasa aman bahwa hak mereka sudah tercatat dan diakui secara resmi.

4. Menghargai kesepakatan secara bersama

Diskusi (freepik.com/freepik)

Setelah membicarakan warisan, biasanya akan muncul kesepakatan tentang pembagian atau penggunaan aset. Pewaris harus belajar menghargai kesepakatan ini meskipun mungkin tidak sesuai sepenuhnya dengan harapan pribadi. Mengutamakan keharmonisan keluarga sering kali lebih penting daripada memaksakan kehendak.

Menghargai kesepakatan juga menunjukkan kedewasaan dalam menyikapi masalah. Hal ini bisa menghindarkan pewaris dari label serakah atau egois yang kerap menjadi pemicu pertengkaran. Dengan bersikap lapang dada, hubungan keluarga tetap terjaga.

5. Melibatkan mediator atau ahli hukum

Ahli Hukum (freepik.com/freepik)

Jika situasi semakin rumit, tidak ada salahnya melibatkan pihak ketiga yang netral, seperti mediator, pengacara, atau notaris. Kehadiran mereka membantu menengahi perbedaan pendapat dengan adil. Selain itu, ahli hukum bisa memberi penjelasan objektif tentang hak dan kewajiban setiap pewaris.

Dengan adanya mediator, potensi emosi yang memanas bisa ditekan. Para pewaris juga lebih mudah menerima keputusan karena datang dari pihak yang berkompeten dan tidak memiliki kepentingan pribadi.

Sumber : Pengalaman Pribadi Penulis

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team