Ilustrasi investasi (unsplash/@markuswinkler)
Ada yang bilang kalau investasi itu sebaiknya dilakukan setelah punya cukup banyak uang. Namun, untuk seorang freelancer, investasi itu wajib tidak peduli seberapa besar penghasilanmu. Bedanya, kamu harus tahu investasi apa yang sebaiknya dipilih sesuai kondisi keuanganmu saat ini.
Kalau penghasilanmu masih kecil, sebaiknya fokus ke investasi pada diri sendiri. Investasikan pada pengembangan skill yang bisa membuatmu dibayar lebih mahal. Setelah penghasilanmu meningkat, kamu juga perlu berinvestasi pada aset yang sekiranya dapat meningkatkan produktivitas kerja dan penghasilan. Berangkat dari sini, secara bertahap kamu bisa mulai masuk ke instrumen investasi, seperti saham, obligasi, reksa dana, atau bahkan properti.
Dengan manajemen keuangan yang baik, seorang freelancer bisa lebih tenang dalam menjalani pekerjaannya dan lebih fokus mengembangkan bisnisnya. Lebih dari itu, kamu juga akan lebih mudah mencapai apa pun tujuan keuanganmu di masa depan.
Apa arti “pejuang mandiri” dalam konteks keuangan? | Pejuang mandiri adalah orang yang mengandalkan pendapatan sendiri, bertanggung jawab atas semua kebutuhan hidup tanpa bantuan finansial dari orang lain. |
Bagaimana cara mulai mengatur keuangan dari nol? | Mulailah dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran, lalu buat anggaran sederhana agar kamu tahu batas pengeluaran tiap bulan. |
Berapa dana darurat yang harus dimiliki? | Idealnya memiliki dana darurat sebesar 3–6 bulan biaya hidup untuk melindungi keuangan dari keadaan tidak terduga. |
Bagaimana cara menabung meski penghasilan pas-pasan? | Gunakan sistem auto-debet atau sisihkan uang di awal gajian, lalu kurangi pengeluaran kecil yang tidak penting. |
Bagaimana cara menghindari utang konsumtif? | Jangan membeli barang yang tidak mendesak, hindari cicilan berlebih, dan pastikan utang tidak melebihi kemampuan bayar bulanan. |