ilustrasi kursi roda (pexels.com/Marcus Aurelius)
Masih banyak orang yang salah kaprah dan menganggap remeh asuransi. Berpikir kalau asuransi sama halnya dengan tabungan. Padahal, tujuan utama asuransi adalah proteksi.
Meskipun kamu dan pasangan sudah punya asuransi kesehatan dari kantor, sebaiknya buat asuransi kesehatan terpisah. Karena asuransi kantor, gak ada risiko sakit kritis. Dan ini yang sering jadi sumber malapetaka finansial dalam keluarga.
Ketika salah satu pihak sakit dan tidak bisa bekerja lagi, otomatis penghasilan stop, dan asuransi kesehatan dari kantor tak lagi didapatkan. Jika punya asuransi pribadi, ini akan jadi ban serep, sehingga keluarga gak harus kelimpungan dengan biaya yang besar.
Nah, semoga pembahasan tadi cukup membantu untuk mengelola keuangan rumah tangga dengan baik. Gak hanya bikin suami bangga, tapi juga memberimu rasa puas tersendiri karena telah berhasil mengatur finansial dengan mumpuni!
Apa langkah pertama untuk mengelola keuangan rumah tangga yang baik? | Langkah pertama adalah menjumlahkan seluruh pendapatan yang diterima, termasuk gaji, bonus, dan penghasilan sampingan. |
Bagaimana cara membuat anggaran pengeluaran yang efektif? | Buat anggaran dengan mengalokasikan dana untuk kebutuhan primer seperti makan, listrik, cicilan, serta tabungan dan asuransi. |
Mengapa mencatat pengeluaran penting? | Mencatat pengeluaran membantu mengetahui seberapa besar uang keluar sehingga kamu bisa melihat potensi kebocoran dan menyesuaikan anggaran. |
Apa manfaat evaluasi keuangan secara rutin? | Evaluasi membantu mengetahui apakah pengeluaran melebihi pemasukan dan bagian mana yang harus diubah agar keuangan lebih sehat. |
Perlukah mengalokasikan dana untuk asuransi? | Ya, alokasikan dana untuk asuransi karena asuransi memberikan proteksi finansial terhadap risiko tak terduga. |