ilustrasi investasi (unsplash.com/Dimitris Chapsoulas)
Pergerakan harga forex ternyata sangat dipengaruhi oleh rilis data ekonomi dan juga berita penting yang bisa menimbulkan lonjakan volatilitas secara tiba-tiba. Jika kamu membuka posisi tanpa mengetahui jadwal berita besar, maka risiko terkena margin call bisa saja mengalami peningkatan secara signifikan.
Sebelum membuka posisi, tentu sebaiknya kamu dapat mengecek kalender ekonomi terlebih dahulu dan juga menyesuaikan strategi dengan kondisi pasar yang tersedia. Dengan langkah antisipasi tersebut, maka kamu bisa menghindari potensi tak terduga yang mungkin dapat menggerus saldo akunmu.
Margin call merupakan mimpi buruk bagi trader forex, namun hal ini dapat dicegah dengan manajemen risiko yang tepat dan disiplin dalam bertransaksi. Dengan memahami beberapa hal di atas, maka kamu bisa menjaga akun agar tetap dalam kondisi yang sehat. Semakin cermat dalam mengelola risiko, maka semakin jauh pula bisa melangkah dalam dunia trading forex.
Apa itu margin call? | Margin call adalah kondisi ketika saldo margin (jaminan) di akun trading tidak cukup untuk menahan posisi yang sedang terbuka, sehingga broker meminta trader untuk menambah dana atau menutup posisi. |
Apa itu margin dalam forex? | Margin adalah sejumlah dana yang “ditahan” oleh broker sebagai jaminan untuk membuka posisi trading. Ini memungkinkan trader menggunakan leverage (pinjaman dari broker). |
Apa hubungan margin call dengan leverage? | Semakin besar leverage, potensi keuntungan memang lebih besar. Tapi risiko margin call juga semakin tinggiLeverage memperbesar eksposur, sehingga kerugian kecil bisa cepat menggerus margin. |
Kenapa margin call bisa terjadi? | Margin call biasanya terjadi karena:Pergerakan harga berlawanan dengan posisi yang diambilPenggunaan leverage terlalu tinggiTidak memasang stop lossModal terlalu kecil dibanding ukuran transaksi |