Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Tips Perencanaan Keuangan bagi Wanita Karier yang Single
ilustrasi perempuan bekerja (pexels.com/Ron Lach)

Intinya sih...

  • Mengukur pengeluaran untuk menentukan dana darurat dan proyeksi biaya hidup di masa tua.

  • Siapkan proteksi keuangan dengan asuransi kesehatan dan kenali tujuan finansial jangka pendek maupun panjang.

  • Persiapkan joint income dengan memperhatikan biaya hidup pasca melahirkan dan pendidikan anak, serta investasi yang tepat.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Mengatur keuangan sebagai perempuan yang berkarier sering menjadi tantangan tersendiri karena berbagai tanggung jawab yang harus dibagi antara pekerjaan, kehidupan pribadi, dan rencana masa depan. Meskipun memiliki penghasilan tetap, banyak perempuan karier merasa kesulitan mengendalikan pengeluaran, menentukan prioritas, dan mempersiapkan dana darurat. Hal ini membuat pengelolaan keuangan yang efektif menjadi keterampilan penting yang wajib dimiliki.

Kondisi finansial yang sehat bukan hanya soal berapa besar gaji yang kamu terima, tetapi bagaimana kamu mengatur dan memanfaatkan pemasukan tersebut seefisien mungkin. Mengadaptasi strategi pengelolaan uang yang tepat bisa membantu perempuan karier mencapai tujuan keuangannya, baik itu menabung untuk membeli rumah, dana pendidikan anak, atau menyiapkan tabungan pensiun. Tanpa rencana yang jelas, pemasukan yang sebenarnya cukup pun bisa terasa selalu kurang.

Lifepal menyusun sejumlah tips perencanaan keuangan bagi wanita karier dan berniat memulai rumah tangga di masa yang akan datang. Simak, ya!

1. Biasakan untuk mengukur pengeluaran

ilustrasi perempuan bekerja (pexels.com/Julia M Cameron)

Mengetahui jumlah rata-rata pengeluaran akan sangat membantumu dalam menjaga kesehatan. Karena dengan tolok ukur inilah, kamu bisa menentukan berapa dana darurat yang harus dimiliki untuk berjaga-jaga ketika kehilangan atau kekurangan penghasilan bulanan.

Dengan mengetahui rata-rata pengeluaran, kamu pun bisa dengan mudah memproyeksikan kebutuhan biaya hidup di masa tua nanti. Biasakanlah untuk mencatat dan menentukan pengeluaranmu setiap bulan untuk hal yang bersifat kebutuhan dan keinginan. Pastikan selisih pemasukan dan pengeluaran setiap bulan setara dengan 10 persen pemasukan. 

Hindari berutang untuk kebutuhan konsumtif seperti membeli barang-barang di luar kebutuhan agar bisa hidup lebih hemat. 

2. Siapkan proteksi keuangan untuk segala risiko

ilustrasi asuransi (pexels.com/Vlad Deep)

Tanpa proteksi, bisa saja kamu menjual aset-aset ketika harus berhadapan dengan risiko-risiko dalam hidup seperti jatuh sakit, kecelakaan, dan lain sebagainya. Itu sebabnya sangat penting untuk memiliki asuransi atau jaminan kesehatan.

Lantas, asuransi seperti apa yang sebaiknya dimiliki perempuan?

Apabila “menikah” adalah salah satu dari tujuan hidup, maka asuransi jiwa belum tentu menjadi pilihan yang tepat kecuali kamu yang akan menjadi pencari nafkah utama. 

Namun, asuransi kesehatan tentu wajib dimiliki mengingat biaya kesehatan terus meningkat dari tahun ke tahun. Menurut survei Willis Towers Watson, kenaikan biaya kesehatan secara gross berkisar antara 10 persen hingga 11 persen per tahun. 

3. Kenali tujuan finansial baik jangka pendek maupun panjang

ilustrasi perempuan bekerja (pexels.com/Ivan Samkov)

Tanpa menunda-nunda, petakanlah tujuan-tujuan finansialmu sedini mungkin. Dengan mengetahui tujuan finansial, kamu pun bisa dengan mudah mengalokasikan dana untuk merealisasikan tujuan tersebut.

Kalau kamu bercita-cita untuk menikah di kemudian hari, hal inilah yang harus menjadi perhatian. Apalagi, beberapa tradisi adat di Indonesia cenderung mengharuskan perempuan menanggung biaya pernikahan, sedangkan sumbangan dari pihak laki-laki sifatnya sukarela. 

Biaya pernikahan, baik di masa pandemik maupun tidak di masa pandemik tentu saja tidak murah. Apalagi jika keluarga kita menghendaki adanya upacara adat dalam pesta pernikahan.

Selain pernikahan, lakukan pula perencanaan keuangan untuk merealisasikan tujuan-tujuan yang lain dalam jangka waktu berbeda. Sebut saja tujuan membeli aset pribadi, kuliah ke jenjang yang lebih tinggi, mengambil sertifikasi dan lain sebagainya. 

4. Jika kamu menghendaki joint income perhatikan beberapa pengeluaran ini

Ilustrasi membuat anggaran (pexels.com/Karolina Grabowska)

Bila kamu dan calon pasangan menghendaki sistem joint income saat berumah tangga, akan ada beberapa pengeluaran maupun tujuan finansial yang harus kamu perhatikan. Hal itu antara lain adalah kenaikan biaya hidup usai melahirkan dan biaya pendidikan anak untuk jenjang tinggi.

Ketika tiba saatnya kamu menikah, besar kemungkinan pencari nafkah utama dalam keluarga adalah suami. Namun, biaya membesarkan anak tentu tidaklah murah, apalagi akan ada kenaikan biaya pendidikan untuk anak di masa depan. 

Kamu pun bisa mempersiapkan kedua hal itu sedini mungkin, sebelum kamu naik ke pelaminan, jika memang kondisi kesehatan finansial sudah baik. Pastikan untuk mengumpulkan dana tersebut dengan berinvestasi, bukan menabung.

Pilihlah instrumen investasi sesuai dengan profil risiko dan tenor investasi, semakin pendek jangka waktu investasi maka pilihlah instrumen dengan volatilitas rendah. Namun makin lama tenor investasi, makin fleksibel pula pilihan instrumennya. 

Itulah hal-hal yang patut diketahui seputar perencanaan keuangan untuk perempuan karier yang bercita-cita menikah di kemudian hari. Pastikan pula untuk selalu konsisten dalam menjaga kesehatan keuangan dan merencanakan tujuan-tujuan finansial.

FAQ seputar Tips Perencanaan Keuangan bagi Wanita Karier yang Single

Apa yang dimaksud dengan mengatur keuangan bagi wanita karier?

Mengatur keuangan berarti menyusun rencana pemasukan, pengeluaran, tabungan, dan investasi agar uang yang kamu peroleh bisa digunakan secara bijak dan mencapai tujuan finansial jangka pendek maupun panjang.

Kenapa wanita karier perlu strategi keuangan khusus?

Wanita karier sering menghadapi kebutuhan yang beragam dan berlapis, seperti biaya hidup, investasi diri, hingga perencanaan keluarga. Strategi keuangan membantu mengatur prioritas dan memastikan semua kebutuhan tersebut terpenuhi tanpa stres finansial.

Bagaimana cara membuat anggaran yang efektif sebagai wanita karier?

Mulailah dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran setiap bulan, kemudian alokasikan dana untuk kebutuhan pokok, tabungan, investasi, dan hiburan. Gunakan kategori yang jelas dan batasi pengeluaran yang tidak penting.

Berapa persen penghasilan yang sebaiknya ditabung?

Sebagai panduan umum, menyisihkan minimal 20 persen dari penghasilan untuk tabungan atau investasi dianggap baik. Angka ini bisa disesuaikan tergantung kebutuhan dan tujuan keuanganmu.

Apakah penting membuat dana darurat bagi wanita karier?

Sangat penting. Dana darurat berfungsi sebagai cadangan saat terjadi keadaan tak terduga, seperti kehilangan pekerjaan, biaya kesehatan mendadak, atau kebutuhan mendesak lainnya, sehingga kamu tetap tenang dan siap secara finansial.

Editorial Team