Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dari Keterbatasan, Ibu Wulan Tumbuh dan Berdaya Bersama PNM
Perlahan, usaha yang dirintis Ibu Wulan mulai menghadirkan perubahan nyata. Dari hasil berjualan daun jeruk, ia kini mampu menyekolahkan kedua anaknya, membangun rumah, serta mengembangkan usaha sampingan berupa jasa setrika baju dan katering panggilan. (Dok. PNM)
  • Ibu Wulan memulai usaha kecil berjualan daun jeruk di Denpasar setelah mengalami kesulitan ekonomi, dibantu pendampingan dari PNM Mekaar yang memberi semangat dan dukungan komunitas.
  • Dari hasil usahanya, Ibu Wulan kini mampu menyekolahkan anak-anaknya, membangun rumah, serta mengembangkan layanan setrika dan katering sebagai bentuk kemandirian ekonomi keluarga.
  • PNM menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi perempuan prasejahtera agar dapat berkembang secara berkelanjutan, memperkuat peran ibu sebagai penggerak kesejahteraan keluarga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kisah pemberdayaan Ibu Wulan di Denpasar yang berhasil mengembangkan usaha kecil berjualan daun jeruk dengan pendampingan dari PNM Mekaar hingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya.
  • Who?
    Ibu Wulan sebagai pelaku usaha mikro, bersama petugas pendamping PNM Mekaar dan pernyataan dari Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary.
  • Where?
    Peristiwa berlangsung di Denpasar, Bali, tempat Ibu Wulan menjalankan usahanya dan menerima pendampingan dari tim PNM Mekaar.
  • When?
    Kegiatan pemberdayaan ini berlangsung secara berkelanjutan dalam beberapa tahun terakhir; waktu pasti dimulainya belum disebutkan secara rinci.
  • Why?
    Ibu Wulan berjuang untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarga dan memberikan masa depan lebih baik bagi anak-anaknya melalui dukungan program pemberdayaan perempuan prasejahtera dari PNM.
  • How?
    Ibu Wulan memulai usaha menjual daun jeruk, kemudian mengembangkan jasa setrika dan katering dengan bimbingan serta pendampingan rutin dari petugas PNM Mekaar di lingkungannya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Di sudut Denpasar, Bali, kisah Ibu Wulan menjadi potret tentang bagaimana keteguhan bisa tumbuh dari situasi yang paling sulit. Pernah berada pada masa ketika ia tidak memiliki pekerjaan, kesulitan untuk membayar biaya sekolah anak, bahkan belum memiliki rumah, Ibu Wulan memilih untuk tidak menyerah pada keadaan.

Dari usaha sederhana berjualan daun jeruk untuk bahan masak, ia memulai langkah kecilnya untuk bertahan. Dalam perjalanan itu, ia tidak berjalan sendiri. Pendampingan dari petugas PNM Mekaar yang akrab sebagai “kakak-kakak putih biru” menjadi bagian penting yang menguatkannya, sekaligus memperkenalkan dirinya dengan sesama ibu-ibu yang saling memberi semangat untuk terus berjuang.

1. Harapan agar anak-anak bisa memiliki masa depan lebih baik

Perlahan, usaha yang dirintis Ibu Wulan mulai menghadirkan perubahan nyata. Dari hasil berjualan daun jeruk, ia kini mampu menyekolahkan kedua anaknya, membangun rumah, serta mengembangkan usaha sampingan berupa jasa setrika baju dan katering panggilan. (Dok. PNM)

Bagi Ibu Wulan, perjuangan itu tidak pernah hanya tentang dirinya sendiri. Di balik setiap ikhtiar yang dijalani, ada harapan agar anak-anaknya bisa memiliki masa depan yang lebih baik dan keluarganya dapat hidup lebih layak.

“Saya memilih tidak menyerah, dan terus berusaha karena saya dan para ibu kami bekerja bukan hanya untuk diri saya, tapi untuk anak dan keluarga kita. Terima kasih PNM sudah mendampingi saya melewati masa sulit,” ujar Ibu Wulan.

Kalimat sederhana itu menggambarkan bagaimana daya juang seorang ibu kerap lahir dari cinta yang besar kepada keluarga, sekaligus menjadi cermin semangat banyak perempuan prasejahtera yang terus bertahan dan bertumbuh.

2. Dari hasil berjualan daun jeruk, Ibu Wulan menghidupi keluarga

Tika Wulandari, account officer Mekaar Panarukan di PT Permodalan Nasional Madani (PNM) yang memberikan dampak pereokonomian keluarga dan lingkungan sekitarnya. (Dok. PNM)

Perlahan, usaha yang dirintis Ibu Wulan mulai menghadirkan perubahan nyata. Dari hasil berjualan daun jeruk, ia kini mampu menyekolahkan kedua anaknya, membangun rumah, serta mengembangkan usaha sampingan berupa jasa setrika baju dan katering panggilan.

Apa yang dicapai Ibu Wulan menunjukkan bahwa pemberdayaan tidak berhenti pada akses permodalan, tetapi juga tumbuh melalui pendampingan, kedekatan, dan ruang bagi para ibu untuk saling belajar. Dari lapangan, kisah seperti ini memperlihatkan bahwa kehadiran PNM bukan sekadar mendukung usaha ultra mikro, tetapi juga membantu menumbuhkan harapan di tengah kehidupan sehari-hari masyarakat.

3. Komitmen PNM memberikan pendampingan berkelanjutan

Dalam upaya mendukung pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi masyarakat, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) hadir melalui program Rumah Pangan, Pekarangan Bergizi, dan Lorong Mekaar. (Dok. PNM)

Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, mengatakan bahwa kisah Ibu Wulan menjadi bukti bahwa ketangguhan perempuan Indonesia memiliki daya yang luar biasa ketika didampingi secara berkelanjutan. Menurutnya, PNM percaya setiap ibu memiliki potensi untuk bangkit, berkembang, dan menjadi penguat utama bagi keluarganya.

Karena itu, PNM terus berkomitmen menghadirkan pemberdayaan agar para nasabah tidak hanya mampu menjalankan usaha, tetapi juga membangun masa depan yang lebih baik. Bagi PNM, setiap langkah kecil yang dijalani para ibu di lapangan adalah bagian dari perjalanan besar menuju keluarga yang lebih berdaya dan kehidupan yang lebih sejahtera. (WEB)

Topics

Editorial Team