Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Ukuran untuk Mengetahui Keuangan yang Sehat
Ilustrasi keuangan (Pexels.com/Karolina Grabowska)

Intinya sih...

  • Rasio likuiditas digunakan untuk mengukur ketersediaan aset lancar minimal tiga kali dari pengeluaran bulanan.

  • Rasio kemampuan menabung idealnya minimal 10 persen dari penghasilan bulanan untuk mencapai tujuan jangka panjang.

  • Rasio cicilan maksimal 30 persen dari penghasilan per bulan agar tidak mengganggu keuangan sehari-hari atau menabung.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Tahun 2026 bisa dijadikan sebagai momen untuk meraih keuangan yang sehat. Jika tujuan itu menjadi resolusimu di 2026, maka akan lebih baik dilakukan dengan batas waktu.

Artinya, untuk mencapai resolusi itu, kamu harus menetapkan kurun waktu yang sudah ditargetkan.

Nah, untuk mengukur apakah keuanganmu sudah sehat atau belum, bisa menggunakan empat rasio keuangan yang akan diulas, sebagai berikut.

1. Rasio likuiditas

pixabay.com/Bruno /Germany

Dikutip dari situs resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rasio likuiditas digunakan untuk mengukur ketersediaan aset lancar, berupa uang tunai atau aset yang mudah dijual untuk menjadi uang tunai.

Nantinya, aset itu bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup, kewajiban rutin dan keperluan darurat seandainya penghasilan rutin terhenti atau berkurang. Keuangan akan dinyatakan sehat apabila memiliki aset lancar minimal tiga kali dari nominal pengeluaran bulanan.

2. Rasio kemampuan menabung

Ilustrasi perencanaan keuangan. (Pexels.com/Yan Krukau)

Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan menabung uang yang disisihkan dari penghasilan per bulan. Idealnya, ukuran minimal adalah 10 persen dari penghasilan bulanan. Uang yang disisihkan bisa dialokasikan ke tabungan atau investasi.

Semakin besar rasio ini, maka diharapkan makin besar juga kemampuan kamu untuk menabung atau berinvestasi secara konsisten. Sehingga, keuangan kamu lebih sehat dan bisa mencapai tujuan jangka panjang.

3. Rasio cicilan

ilustrasi cicilan (pexels.com/RODNAE Production)

Rasio cicilan digunakan untuk mengukur beban membayar cicilan utang bulanan dibandingkan dengan penghasilan per bulan. Ukuran maksimalnya 30 persen dari penghasilan perbulan. Mengapa maksimal 30 persen? Sebab, jika lebih dari 30 persen, kemungkinan bisa mengganggu keuangan untuk kebutuhan sehari-hari atau menabung.

Namun, jika kamu tidak memiliki cicilan, maka kamu dapat memanfaatkan porsi ini untuk menambah dana investasi atau tabungan.

4. Rasio utang terhadap aset

ilustrasi utang (unsplash.com/@dylandgillis)

Rasio terakhir untuk mengukur kesehatan keuangan ini digunakan untuk mengetahui perbandingan antara total nilai aset dengan total utang.

Untuk mencapai kesehatan keuangan, total utang maksimal 50 persen dari total nilai aset. Keuangan yang sehat seharusnya didominasi oleh aset, bukan utang. Sehingga, rasio ini sangat penting untuk diperhatikan.

4 Ukuran untuk Mengetahui Keuangan yang Sehat

Apa itu rasio kesehatan finansial?

Rasio kesehatan finansial adalah angka perbandingan sederhana yang membantu menilai kondisi finansialmu, seperti kemampuan menabung, membayar utang, dan likuiditas aset.

Apa saja rasio yang dipakai untuk mengecek kesehatan finansial?

Beberapa rasio yang umum dipakai adalah rasio likuiditas, rasio kemampuan menabung, rasio cicilan, dan rasio utang terhadap aset.

Berapa idealnya dana darurat menurut rasio likuiditas?

Idealnya aset lancar seperti dana darurat setara minimal 3 kali pengeluaran bulanan.

Seberapa besar persentase yang sehat untuk menabung dari penghasilan?

Secara umum, disarankan untuk menyisihkan minimal 10 persen dari penghasilan bulanan untuk ditabung atau diinvestasikan.

Berapa batas aman utang dibanding aset menurut rasio utang terhadap aset?

Utang sebaiknya tidak lebih dari 50 persen dari total nilai aset untuk dianggap sehat secara finansial.

Editorial Team