Hari ini sahabatku bersanding di pelaminan
Menautkan janji dengan pilihannya
Namun di balik riuh perayaan
Ada garis yang kembali bersinggungan
Puluhan purnama kita telah saling senyap
Memilih jalan, menjauh dari dekap
Undangan ini akhirnya mempertemukan kita
Kembali berada dalam satu ruang yang sama
Aku membangun benteng di dalam hati
Menyiapkan diri agar tak goyah lagi
"Kita hanya teman," mantra itu kuulang pelan
Memastikan logika tak kalah oleh sisa emosi
Sempat terlintas untuk tak datang
Namun aku tak ingin mengecewakan
Jika aku memilih untuk terus menghilang
Itu berarti bayangmu masih menang
Aku kembali berkaca pada diri sendiri
Sudahkah aku benar-benar selesai?
Menerima yang telah lalu sebagai langkah
Tanpa perlu merasa kalah atau merasa lelah
Ini hanyalah sebuah pertemuan biasa
Seremoni bagi mereka yang sedang jatuh cinta
Kita sudah usai, di titik yang paling nyata
Tetaplah tegak, langkahku tak boleh lagi buta
![[PUISI] Antara Janji Mereka dan Sisa Kita](https://image.idntimes.com/post/20260326/fotografo-samuel-cruz-fpgq9v5x7gu-unsplash_b7ce0682-a8ae-4ac4-b05b-e63879e0b162.jpg)