Awan gelap membungkus hari
Kelam hadir menyapa sepi
Langit tumpahkan derai tangisan
Bak pasrah bumi dalam penderitaan
Badai datang menerjang dahsyat
Ciptakan puing-puing kenangan
Menyusul pula tarian sang kilat
Menyapa jiwa-jiwa yang bertahan
Dentum gemuruh mengguncang angkasa
Menghantam keras ke dalam jiwa
Menjemput paksa sisa nyawa
Tinggalkan lara tanpa suara
Kini, doa dan riuh tangisan
Bergema menyatu di atas cakrawala
Meski langit tak lagi berwarna
Meski duka kian membara
Masih berharap asa tersisa
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Asa Tersisa
![[PUISI] Asa Tersisa](https://image.idntimes.com/post/20250526/rye-6375839-1280-82884f42c847df2fe0a7cb7f8cc6f66f.jpg)
ilustrasi bunga jagung (pixabay.com/NickyPe)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editor’s Picks
Editorial Team
EditorNabila Inaya
Follow Us