Bangunan kosong bernada monokrom berdiri menyendiri
di tengah warna-warni gedung yang rutin direnovasi dengan rapal-rapal ambisi yang berapi.
Masuklah dan kau akan dapati dinding kelabu dengan ratusan pajangan
yang berisi gurat-gurat asal-asalan
yang tampak seluruhnya dilukis secara ugal-ugalan.
Bualan kosong yang dituang dalam bingkai yang ompong
Meski begitu, nadi berdenyut pada kuas yang menggores
Sebongkah jiwa menghanyut,
bermuara pada tempo yang kelak menjemput.
![[PUISI] Bangunan Kosong](https://image.idntimes.com/post/20250121/pexels-dirk-schuneman-113939707-9910292-e2c6d944759b328be0c8ec5b9d4b1010-6e1105e9876e9d6a0f25ee3200c70c2f.jpg)