Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi wanita membawa pelita di kegelapan
ilustrasi wanita membawa lentera di kegelapan (Pexels.com/Leyla Qəhrəmanova)

Kukira, gelapnya semestalah bencana
Sebab, kaki goyah menjejak buana
Dan mata tak mampu temukan jalan
Hingga tersesat di keheningan

Namun, diam pun menguarkan sesak
Takut akan teriakan tanpa gema
Serta petang yang tak jua terbenam
Seolah fajar enggan mengucap sapa

Lalu... ke manakah ku harus berlari
Saat pelita masih betah bersembunyi?
Tenggelam aku dalam bisikan ratap
Tanpa uluran iba, atau dekap terhangat

Maka kuputuskan berhenti memburu
Biarlah gulita menjadi pentas termegah
Barangkali akulah pelita ternyaring
Di antara duka yang tak henti merekah

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team