Aku pernah tumbuh di tanah yang tidak selalu ramah,
menyerap cahaya yang datang sesekali,
dan belajar mekar
tanpa janji untuk selalu bertahan.
Aku tidak sempat memahami
mengapa beberapa hal datang terlalu cepat
lalu pergi
tanpa pamit dan sempat dikenali.
Seperti bunga yang gugur tanpa musim,
aku jatuh bukan karena waktu yang telah ditentukan,
melainkan karena sesuatu di dalam diriku
perlahan kehilangan arti dan daya untuk tetap berdiri.
Tidak ada badai besar yang menerpa,
tidak ada alasan yang jelas,
hanya kelayuan perlahan
yang tak sempat dipahami siapa pun.
Jika suatu hari kau melihat sisa kelopakku,
jangan tanya mengapa aku tidak memilih untuk bertahan,
karena bahkan aku sendiri
tak selalu mengerti cara kehilangan itu bekerja.
![[PUISI] Bunga yang Gugur Tanpa Musim](https://image.idntimes.com/post/20260514/pexels-clara-mortenson-3845314-6282797_541b63d4-d469-488e-aa78-a373aaee9747.jpg)