Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Centang Dua Biru
IDN Times/Bayu D. Wicaksono

Baterai sudah penuh
Sudah dua teh yang diseduh
Pikirnya, sudah cukup waktu berteduh
Ia usap bekas lipstiknya, bernapas penuh keluh

Hujan sudah mulai reda, ia tak terburu
Pandangannya di luar jendela sana, menunggu
Sudah terlalu lama memendam rindu
Yang ia genggam, membisu

Langit kini sudah seperti hatinya, biru
Ingin katakan kecewa, malu
Tak ingin digampangkan seperti dulu
Tapi takut memulai yang baru

Sudah korbankan semua yang perlu,
Waktunya telah khusus untuk satu
Walau seperti ini, selalu
Berusaha mengerti, terlalu
Berharap terhubung, takut mengganggu

Temannya hanya lagu, atau buku
Sejak kamu hadir saat itu
Ruang bahagianya terbelenggu
Hanya dalam senda guraumu

Suara gawainya baginya merdu
Meski ia tahu belum tentu
Waktu lebih lama di hari Minggu
Kuat, tapi sampai kapan mampu

Bukannya ia pencemburu
Kadang ia ragu
Mempertanyakan artinya bagimu
Cuma centang dua biru

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editor’s Picks

Editorial Team