Kutatap wajah di cermin retak
Serpihan kaca memantulkan kemurnian
Mata yang sama, namun, berbeda nyala
Siapakah aku dalam pecahan ini?
Garis-garis waktu mengukir cerita
Di setiap sudut yang tak lagi sempurna
Senyum yang dulu, kini tersembunyi
Di balik retakan, menunggu dikenali
Kucoba merangkai kembali diriku
Dari potongan-potongan yang terserak
Namun, justru dalam ketidaksempurnaan
Kutemukan kekuatan yang tersembunyi
Mungkin aku tak perlu menjadi utuh
Untuk dapat menerima bayanganku
Dalam retakan ini kulihat keunikan
Cermin yang retak, namun, jiwa yang tegar
![[PUISI] Cermin yang Retak](https://image.idntimes.com/post/20240917/savannah-b-ylkumvnud5k-unsplash-f96a2f31398211c36c1d614d2c908814-cc1e218fa2c8c8de9308f91fc115a5a9.jpg)