Mengapa kereta api tak berasap?
Apa kerabat siap masuk kuburan?
Kami bergumam seraya terpejam
Hiruk pikuk orang bawa gembolan
Di pundak ramai bak pasar malam
Peningnya bersulang lelap hinggap
Jam-jam pikiran nongkrong sedap
Aduh, rasanya kami ingin menginap
Tanya di luar radar alam bawah sadar
Bersandar di jendela hirup angin segar
Pening hening lambung semriwing
Desak-desakan kami menggeliat
Sepatu kets terseret ransel kuat
Entah isinya apa, pokoknya dahsyat
Mulut kami kompak sekali menguap
Desir angin segar lama-lama menyihir
Rasa kantuk sungguh tak bisa diusir
Apakah kami dan tidur adalah takdir?
![[PUISI] Desir Angin Menyihir](https://image.idntimes.com/post/20240701/pexels-photo-7573674-c05da5ed068e33d4cd830d385e226024-7dd77c777024f331412a4d9785d4f5d9.jpeg)