pada suatu masa aku ingin bersemayam
di ceruk matamu yang bulan sabit
bersandar pada lengkungnya
mengayun-ayunkan kaki telanjang
anak-anak kecil bermain ayunan
tak pernah sekalipun ingin pulang
ke rumah reyot peninggalan leluhur
pada suatu masa aku ingin bersemayam
di ceruk matamu yang bulan sabit
menekuri tiap-tiap lengkungnya
dengan betah
dan jemari lentik yang pucat
menari-nari lentur
mengisyaratkan cukup aku
yang bersemayam di ceruk matamu, Kekasih
Madiun, 17 Desember 2022
![[PUISI] Di Ceruk Matamu](https://image.idntimes.com/post/20251203/pexels-joaojesusdesign-879178_a6468702-ac24-4ad4-973d-781c6969f0a7.jpg)