Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[Puisi] Di Luar Diam, di Dalam Bergejolak
Seorang perempuan menatap ke luar jendela di tengah suasana sendu dan hening. (Pexels.com/Khoa Võ)

Cukup-
Satu kata yang terucap untuk diriku,
kenapa kamu terus terpikirkan.
Bukan aksara tetapi ada.

Aksara ini jauh dari kata biasa,
metafora sederhana di bentala.
Sunya ini seperti kalbu dikara,
diluar diam, namun iswara bergejolak di dalam.

Aku bukan pujangga yang hebat,
hanya memberi naya lembayung.
Untuk diriku, si kara seni,
gulanamu tak kan sia-sia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team