Sebelum ku bertanya ‘ada apa dengan negeriku?’
Izinkanlah ku tanyakan ‘ada apa dengan dirimu?’
Kau terprovokasi oleh suara-suara asing di luar sana
Yang menebar isu pemecah belah
Yang iri dengan kesatuan kita, yang benci dengan kekompakan kita
Kau membiarkan dusta merasukimu
Menyulutkan bara-bara kebencian dan
Mengizinkan komentar-komentar pedas merajarela
Dimana toleransi yang menjadi wajah dari negeriku dan
Pendamaian yang pernah menjadi impian bersama?
Dimana dirimu yang pernah memanggilku sebagai saudaramu?
Dimana bhinnekamu yang pernah kubangga-banggakan?
Aku memimpikan kembali cita-cita proklamasi
Yang melihat perbedaan ada untuk dirayakan dan bukan diperdebatkan
Aku rindu akan genggaman tangan persaudaraan
Pada kehangatan dan kerinduan akan dirimu;
Meski kita berbeda tapi nyatanya kita satu.
![[Puisi] Di Mana Bhinekamu?](https://image.idntimes.com/post/20170412/bti-e3a26d442b978276570ffce58f487eba.jpg)