Maghrib hampir lewat seperempat jam
Kaki masih betah bersila sambil menikmati hidangan
Di bawah atap wisma yang masih asing baginya
Sebab hanya setahun sekali dikunjunginya
“Ayo segera pulang”
Cemas pun berkelahi dengan perasaannya
Hingga akhirnya terhenti di rumah Tuhan
Dekat sawah dan jalan
Siapa sangka
Terdengar suara gemericik air terdengar dari tempat wudhu pria
Ternyata ia sosok imam yang dirindu suaranya
Disusul sang nyonya di belakangnya
“Allahu Akbar”
Getarkan rungu serta kalbu sang nona
Hingga dibuatnya air mata menetes tak terkira
Sebab siapa sangka ia akan jadi makmumnya?
Setelah merindu dua windu lamanya
Terima kasih, Tuan
Kun fayakun-Mu nyata adanya
Hanya saja kami hamba pembangkang
Tak sabar menanti ucap-Mu “Iya sekarang”
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Dua Windu Merindu Suaramu, Tuan
![[PUISI] Dua Windu Merindu Suaramu, Tuan](https://image.idntimes.com/post/20260512/orang-shalat_9fb0d9fb-eac8-4085-b12d-4ce709f768f2.jpg)
Ilustrasi orang sedang shalat (unsplash.com/afiq fatah)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Curated For You
- [INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial 09 Sep 2026, 13:52 WIB
- [PUISI] Catatan dari Hati yang Lelah16 May 2026, 20:27 WIB
- Penegakan Hukum Keracunan MBG Dipertanyakan, 11 Tokoh Bersuara21 Sep 2026, 07:00 WIB
- [PUISI] Aku Adalah Apapun yang Kamu Butuhkan16 May 2026, 05:25 WIB
Editorial Team
EditorKen Ameera
Related Article
[PUISI] Negeri di Dalam Kepala26 Sep 2026, 11:07 WIB
[PUISI] Rintihan di Tepi Impian26 Sep 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Asing bagi Diri Sendiri26 Sep 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Sajak tentang Kita yang Abadi25 Sep 2026, 21:17 WIB
[PUISI] Gemerlap Sang Bintang Malam25 Sep 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Napak Tanah25 Sep 2026, 13:07 WIB
[PUISI] Jatuh Hati25 Sep 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Sampai Derau Tercipta25 Sep 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Sebelum Melanjutkan Langkah24 Sep 2026, 21:17 WIB
[PUISI] Suara Semu24 Sep 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Penyesalan24 Sep 2026, 11:07 WIB
[PUISI] Kidung yang Agung24 Sep 2026, 08:28 WIB
[PUISI] Aku Kira Dewasa Akan Terasa Berbeda24 Sep 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Emas Ditukar Lapar24 Sep 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Amerta di Tengah Gelap23 Sep 2026, 21:17 WIB
[PUISI] Di Antara Senja23 Sep 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Di Antara Gugur dan Tumbuh23 Sep 2026, 17:47 WIB
[PUISI] Rimba Digadai23 Sep 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Ia Bukan Lagi Perempuan yang Sama23 Sep 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Jam yang Memakan Usia22 Sep 2026, 17:07 WIB