Aku duka, tapi tiada kuasa memaksa
Langkahmu, mana boleh aku menahan
Sedang harap di sana bagai kedua tangan
Yang hangat membentang
Meski kini kisah kan berkurang
Dan kata banyak yang terbuang
Aku tetap menjadi lautan yang tenang
Di antara ombak yang berisik
Juga angin yang berdesik
Aku luka, tapi tiada mengapa
Tawamu, mana boleh aku lupa
Maka, temukanlah arah
Sejauh kamu ingin berkelana
Kelak, biar waktu yang dengan lembutnya
Kembali merekatkan kita
![[PUISI] Elegi Perpisahan](https://image.idntimes.com/post/20240802/pexels-photo-13937068-318f737aa1f43f13bd86c5b8c98ea26c-d894905b2ee21ce2b5aa2f84ee1fd396.jpg)