Terhampar sendirian diatas tanah retak
Menanti basah dari langit yang lupa
Segala langkah terasa gemetar
Di bawah matahari yang tak tahu belas kasih
Aku pernah mencintai layaknya hujan
Lembut, sabar, dan penuh harapan
Namun jatuhku sia-sia
Saat kau hanya menjadi gurun
Gurun tak butuh hujan
Ia mencintai kering dan kehampaan
Tetes air yang jatuh tidak berarti
Meski itu merupakan bentuk ketulusanku
Kini aku memiliki dua pilihan
Apakah harus terus jatuh
Atau menutup hatiku dibalik awan
Menjaga diri untuk tak jatuh di tanah yang salah
![[PUISI] Gurun dan Hujan](https://image.idntimes.com/post/20250510/pexels-rdne-7895276-f96a2f31398211c36c1d614d2c908814-157d2bd2086fcf532ec52eebc7ab2d40.jpg)