Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Ikrar
ilustrasi tangan (unsplash.com/Marcus Wallis)

Aku mungkin bukanlah yang terbaik yang Dia pertemukan untukmu
Namun, tatkala jemarimu mendekap erat kedua tanganku
Aku berjanji
'Tuk korbanku ragaku agar selalu bersamamu

Aku mungkin bukanlah yang terindah yang Dia pertemukan untukmu
Aku tak mampu ciptakan senyum di tiap kau memandangku
Namun, hadirmu menggugahku
'Tuk s'lalu hadirkan pelangi di tiap badaimu

Dan aku memang bukanlah yang terkuat yang Dia pertemukan untukmu
Dalam ikrarku 'tuk selalu tersenyum hingga napas terakhirmu
Aku tak mampu menepatinya
Menetes air mata seraya angin berembus membawa seluruh kenangan kita

Kaulah pertama dan terakhirku
Aku bersyukur dapat mencintaimu

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editor’s Picks

Editorial Team