Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi kafe
ilustrasi kafe (pixabay.com/Martin Lazarov)

Gadis itu tertunduk di pojok kafe

Meninggalkan secangkir matcha yang kian dingin

Pundaknya lunglai

Waktunya kian terabai

 

Keinginan-keinginan kian menggunung

Sebuah draf lengkap di laptopnya menggantung

Padahal, itu kunci harapan yang cepat rampung

Tapi sepertinya ia kurang beruntung

 

Doa-doa sudah dirapalkan berulang kali

Harapan orang tua bertanya seiring berjalannya hari

Namun, nyatanya ia tak punya kendali

Hidupnya seperti semilir angin yang mampir tak berarti

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editor’s Picks

Editorial Team